{"id":2603,"date":"2016-01-11T09:48:29","date_gmt":"2016-01-11T01:48:29","guid":{"rendered":"http:\/\/untad.ac.id\/?p=2603"},"modified":"2016-01-11T09:48:29","modified_gmt":"2016-01-11T01:48:29","slug":"warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/","title":{"rendered":"Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal  3,01"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia kampus, lembaga kemahasiswaan memiliki peran yang amat besar dalam pengembangan <em>Soft Skill<\/em> seorang mahasiswa misalnya melatih kemampuan penalaran dan keilmuan, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, melatih sikap kesetiakawanan dan belajar peduli terhadap lingkungan sosial dan alam.<\/p>\n<p>Menaggapi hal tersebut, Wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr H Djayani Nurdin SE MSi saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu menyebutkan sejauh ini lembaga kemahasiswaan Untad sudah berjalan dengan baik meskipun masih membutuhkan pembenahan-pembenahan.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat lembaga kemahasiswaan di Untad dalam periode kepengurusan ini sudah baik, meskipun masih membutuhkan pembenahan dalam beberapa aspek. Dan peralihan kepengurusan ini sangat bagus karna melatih mahasiswa untuk bekerja pada periode yang telah ditentukan.\u201d Ujarnya.<\/p>\n<p>Prof Djayani berencana akan mengadakan workshop untuk lembaga kemahasiswaan masih banyak yang belum memahami permasalahan surat meyurat maupun proposal kegiatan program kerja yang dibuat lembaga kemahasiswaan.<\/p>\n<p>\u201cUntuk periode kepengurusan selanjutnya saya berencana mengadakan workshop karena saya melihat masih banyak lembaga yang belum paham mekanisme surat menyurat, proposal yang mereka ajukan tidak relevan dengan lembaga yang mereka ikuti jadi di workshop itu kita akan membuat singkronisasi,\u201d ungkap guru besar fakultas ekonomi ini.<\/p>\n<p>Selain itu, untuk menepis pandangan bahwa jika berorganisasi terhambat dalam menyelesaikan studi Prof Djayani menginginkan ketua-ketua lembaga memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,01.<\/p>\n<p>\u201cKedepan saya meninginkan ketua-ketua lembaga selain dia sebagai tokoh organisasi juga harus memiliki IPK minimal 3,01. Mengapa demikian, karena saya selaku pembina kemahasiswaan tidak menginginkan ada mahasiswaa yang pernah menjadi tokoh dalam organisasi tidak mampu menyelesaikan studi dalam waktu yang telah ditentukan,\u201d jelas Prof Djayani.<\/p>\n<p>Dosen fakultas ekonomi ini juga mengungkapkan jika para tokoh lembaga kemahasiswaan memiliki IPK 3,01 maka dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan mampu memipin organisasi dengan lebih baik, sehingga tercipta korelasi positif dengan IPK yang baik dengan keberhasilan dalam studi.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia kampus, lembaga kemahasiswaan memiliki peran yang amat besar dalam pengembangan Soft Skill seorang mahasiswa misalnya melatih kemampuan penalaran dan keilmuan, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, melatih sikap kesetiakawanan dan belajar peduli terhadap lingkungan sosial dan alam. Menaggapi hal tersebut, Wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr H Djayani Nurdin SE MSi saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu menyebutkan sejauh ini lembaga kemahasiswaan Untad sudah berjalan dengan baik meskipun masih membutuhkan pembenahan-pembenahan. \u201cSaya melihat lembaga kemahasiswaan di Untad dalam periode kepengurusan ini sudah baik, meskipun masih membutuhkan pembenahan dalam beberapa aspek. Dan peralihan kepengurusan ini sangat bagus karna melatih mahasiswa untuk bekerja pada periode yang telah ditentukan.\u201d Ujarnya. Prof Djayani berencana akan mengadakan workshop untuk lembaga kemahasiswaan masih banyak yang belum memahami permasalahan surat meyurat maupun proposal kegiatan program kerja yang dibuat lembaga kemahasiswaan. \u201cUntuk periode kepengurusan selanjutnya saya berencana mengadakan workshop karena saya melihat masih banyak lembaga yang belum paham mekanisme surat menyurat, proposal yang mereka ajukan tidak relevan dengan lembaga yang mereka ikuti jadi di workshop itu kita akan membuat singkronisasi,\u201d ungkap guru besar fakultas ekonomi ini. Selain itu, untuk menepis pandangan bahwa jika berorganisasi terhambat dalam menyelesaikan studi Prof Djayani menginginkan ketua-ketua lembaga memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,01. \u201cKedepan saya meninginkan ketua-ketua lembaga selain dia sebagai tokoh organisasi juga harus memiliki IPK minimal 3,01. Mengapa demikian, karena saya selaku pembina kemahasiswaan tidak menginginkan ada mahasiswaa yang pernah menjadi tokoh dalam organisasi tidak mampu menyelesaikan studi dalam waktu yang telah ditentukan,\u201d jelas Prof Djayani. Dosen fakultas ekonomi ini juga mengungkapkan jika para tokoh lembaga kemahasiswaan memiliki IPK 3,01 maka dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan mampu memipin organisasi dengan lebih baik, sehingga tercipta korelasi positif dengan IPK yang baik dengan keberhasilan dalam studi.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2604,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[133],"class_list":["post-2603","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","tag-lembaga-kemahasiswaan-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01 - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01 - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam dunia kampus, lembaga kemahasiswaan memiliki peran yang amat besar dalam pengembangan Soft Skill seorang mahasiswa misalnya melatih kemampuan penalaran dan keilmuan, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, melatih sikap kesetiakawanan dan belajar peduli terhadap lingkungan sosial dan alam. Menaggapi hal tersebut, Wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr H Djayani Nurdin SE MSi saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu menyebutkan sejauh ini lembaga kemahasiswaan Untad sudah berjalan dengan baik meskipun masih membutuhkan pembenahan-pembenahan. \u201cSaya melihat lembaga kemahasiswaan di Untad dalam periode kepengurusan ini sudah baik, meskipun masih membutuhkan pembenahan dalam beberapa aspek. Dan peralihan kepengurusan ini sangat bagus karna melatih mahasiswa untuk bekerja pada periode yang telah ditentukan.\u201d Ujarnya. Prof Djayani berencana akan mengadakan workshop untuk lembaga kemahasiswaan masih banyak yang belum memahami permasalahan surat meyurat maupun proposal kegiatan program kerja yang dibuat lembaga kemahasiswaan. \u201cUntuk periode kepengurusan selanjutnya saya berencana mengadakan workshop karena saya melihat masih banyak lembaga yang belum paham mekanisme surat menyurat, proposal yang mereka ajukan tidak relevan dengan lembaga yang mereka ikuti jadi di workshop itu kita akan membuat singkronisasi,\u201d ungkap guru besar fakultas ekonomi ini. Selain itu, untuk menepis pandangan bahwa jika berorganisasi terhambat dalam menyelesaikan studi Prof Djayani menginginkan ketua-ketua lembaga memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,01. \u201cKedepan saya meninginkan ketua-ketua lembaga selain dia sebagai tokoh organisasi juga harus memiliki IPK minimal 3,01. Mengapa demikian, karena saya selaku pembina kemahasiswaan tidak menginginkan ada mahasiswaa yang pernah menjadi tokoh dalam organisasi tidak mampu menyelesaikan studi dalam waktu yang telah ditentukan,\u201d jelas Prof Djayani. Dosen fakultas ekonomi ini juga mengungkapkan jika para tokoh lembaga kemahasiswaan memiliki IPK 3,01 maka dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan mampu memipin organisasi dengan lebih baik, sehingga tercipta korelasi positif dengan IPK yang baik dengan keberhasilan dalam studi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-01-11T01:48:29+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nadira-tik\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nadira-tik\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/\",\"name\":\"Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01 - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2016-01-11T01:48:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\",\"name\":\"nadira-tik\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nadira-tik\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/baru.untad.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01 - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01 - Universitas Tadulako","og_description":"Dalam dunia kampus, lembaga kemahasiswaan memiliki peran yang amat besar dalam pengembangan Soft Skill seorang mahasiswa misalnya melatih kemampuan penalaran dan keilmuan, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, melatih sikap kesetiakawanan dan belajar peduli terhadap lingkungan sosial dan alam. Menaggapi hal tersebut, Wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr H Djayani Nurdin SE MSi saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu menyebutkan sejauh ini lembaga kemahasiswaan Untad sudah berjalan dengan baik meskipun masih membutuhkan pembenahan-pembenahan. \u201cSaya melihat lembaga kemahasiswaan di Untad dalam periode kepengurusan ini sudah baik, meskipun masih membutuhkan pembenahan dalam beberapa aspek. Dan peralihan kepengurusan ini sangat bagus karna melatih mahasiswa untuk bekerja pada periode yang telah ditentukan.\u201d Ujarnya. Prof Djayani berencana akan mengadakan workshop untuk lembaga kemahasiswaan masih banyak yang belum memahami permasalahan surat meyurat maupun proposal kegiatan program kerja yang dibuat lembaga kemahasiswaan. \u201cUntuk periode kepengurusan selanjutnya saya berencana mengadakan workshop karena saya melihat masih banyak lembaga yang belum paham mekanisme surat menyurat, proposal yang mereka ajukan tidak relevan dengan lembaga yang mereka ikuti jadi di workshop itu kita akan membuat singkronisasi,\u201d ungkap guru besar fakultas ekonomi ini. Selain itu, untuk menepis pandangan bahwa jika berorganisasi terhambat dalam menyelesaikan studi Prof Djayani menginginkan ketua-ketua lembaga memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,01. \u201cKedepan saya meninginkan ketua-ketua lembaga selain dia sebagai tokoh organisasi juga harus memiliki IPK minimal 3,01. Mengapa demikian, karena saya selaku pembina kemahasiswaan tidak menginginkan ada mahasiswaa yang pernah menjadi tokoh dalam organisasi tidak mampu menyelesaikan studi dalam waktu yang telah ditentukan,\u201d jelas Prof Djayani. Dosen fakultas ekonomi ini juga mengungkapkan jika para tokoh lembaga kemahasiswaan memiliki IPK 3,01 maka dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan mampu memipin organisasi dengan lebih baik, sehingga tercipta korelasi positif dengan IPK yang baik dengan keberhasilan dalam studi.","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2016-01-11T01:48:29+00:00","author":"nadira-tik","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nadira-tik","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/","name":"Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01 - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2016-01-11T01:48:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/warek-bima-ipk-pimpinan-lembaga-kemahasiswaan-minimal-301\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea","name":"nadira-tik","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","caption":"nadira-tik"},"sameAs":["https:\/\/baru.untad.ac.id"],"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2603"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2603\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}