{"id":20103,"date":"2023-11-01T11:18:21","date_gmt":"2023-11-01T03:18:21","guid":{"rendered":"https:\/\/untad.ac.id\/?p=20103"},"modified":"2024-01-10T14:08:56","modified_gmt":"2024-01-10T06:08:56","slug":"mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/","title":{"rendered":"Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo"},"content":{"rendered":"<p>Kembali ukir prestasi, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, Salsabilah asal jurusan Akuntansi berhasil memenangkan kategori Best Paper III di Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X (TEMAN10) Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n<p>Salsabilah yang merupakan Mahasiswi Untad Angkatan tahun 2020 tersebut mengangkat penelitian terkait \u201cGaya Bertransaksi Petani Jagung Suku Pedalaman Da&#8217;a Dalam Menjual Hasil Panen\u201d dengan Dr. Rahayu Indriasari, S.E., M.SA.,Ak sebagai pembimbing.<\/p>\n\n\n\n<p>TEMAN10 merupakan wadah berkumpulnya para ahli, praktisi, akademisi, dan mahasiswa dalam bidang akuntansi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta ide-ide inovatif terkait dengan perkembangan akuntansi multiparadigma di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif berupa gagasan-gagasan keilmuan Akuntansi bagi Bangsa dan Negara.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"3000\" height=\"2788\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-21904\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"1600\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-21905\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"1283\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-21907\" style=\"aspect-ratio:0.9353078721745908;width:840px;height:auto\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pertemuan ini di hadiri oleh delegasi dari Univesitas negeri dan swasta yang terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Universitas Brawijaya<\/p>\n\n\n\n<p>2. Universitas Jember<\/p>\n\n\n\n<p>3. Universitas Muhammadiyah Jakarta<\/p>\n\n\n\n<p>4. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar<\/p>\n\n\n\n<p>5. Universitas Negeri Manado<\/p>\n\n\n\n<p>6. Universitas Tadulako<\/p>\n\n\n\n<p>7. Universitas Buana Perjuangan Karawang<\/p>\n\n\n\n<p>8. Universitas Ichsan Gorontalo<\/p>\n\n\n\n<p>9. Universitas Gorontalo<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penuturannya, Salsabilah menjelaskan <em>paper<\/em>-nya yang berhasil meraih predikat Best Paper III di TEMAN10 Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Penelitian saya kali ini bertujuan untuk mengungkap Gaya Bertransaksi Petani Jagung Suku Pedalaman Da`a dalam Menjual Hasil Panen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta dilengkapi dengan hasil dokumentasi. Penelitian ini menemukan dua gaya bertransaksi yaitu: 1) menunjukan gaya bertransaksi \u201c<em>Ala Tinalu Jole<\/em>\u201d yaitu kegiatan transaksi penjualan yang dilakukan secara langsung antara petani jagung dengan tengkulak tepat di kebun jagung mereka masing-masing, dalam kegiatan transaksi penjualan ini para petani jagung cukup menunggu tengkulak yang datang langsung membeli jagung dengan menggunakan bahasa kaili dialog <em>Da`a<\/em>. 2) gaya bertransaksi \u201c<em>Mosiala Pale<\/em>\u201d merupakan kegiatan transaksi<\/p>\n\n\n\n<p>penjualan dengan istilah \u201csaling membantu\u201d melalui adanya perantara yang membantu para petani jagung suku pedalaman Da`a dalam menjual hasil panennya secara langsung ke kota Palu, dalam kegiatan transaksi penjualan ini perantara yang mewakili para petani jagung dalam berinteraksi dengan pembeli,\u201d jelas Salsabilah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia turut menambahkan bahwa penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa gaya bertransaksi petani jagung suku pedalaman Da`a dalam menjual hasil panennya melalui dua cara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c pertama menjual \u201c<em>Ala Tinalu Jole<\/em>\u201d secara langsung dengan tengkulak. Kedua menjual \u201c <em>Mosiala Pale<\/em>\u201d secara langsung ke gudang melalui adanya perantara yang membantu, kedua cara tersebut memiliki keunikan masing-masing bagi petani jagung suku pedalaman <em>Da`a<\/em>, sehingga menciptakan gaya bertransaksi yang berbeda-beda dari kedua cara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Peneliti dapat memahami bahwa dalam menjual hasil panennya petani jagung suku pedalaman<em> Da`a<\/em> awalanya melakukan penjualan secara langsung dengan tengkulak dengan menggunakan bahasa kaili dengan dialog <em>Da`a<\/em> dan transaksi tersebut tejadi di kebun jagung masyarakat suku pedalaman <em>Da`a<\/em>, dimana pembeli yang datang langsung untuk membeli jagung. Sedangkan dalam menjual hasil panen secara langsung ke gudang melalui perantara, masyarakat suku pedalaman <em>Da`a<\/em> diantar oleh perantara dan diwakili oleh perantara dalam proses berkomunikasi dengan pembeli menggunakan bahasa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada penelitian ini, kita juga dapat melihat bahwa bukan hanya keterbatasan ilmu pendidikan dan belum fasih dalam berbahasa Indonesia yang menjadi masalah utama bagi mereka dalam menjual hasil panennya. Namun pola pikir yang berbeda dan rasa malu yang melekat di dalam diri mereka juga menjadi masalah paling utama bagi petani jagung suku pedalaman <em>Da`a<\/em> terutama dalam menjalin interaksi dengan masyarakat luas terutama dalam bertransaksi jual beli,\u201d tambah Salsabilah. <strong>AA<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kembali ukir prestasi, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, Salsabilah asal jurusan Akuntansi berhasil memenangkan kategori Best Paper III di Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X (TEMAN10) Gorontalo. Salsabilah yang merupakan Mahasiswi Untad Angkatan tahun 2020 tersebut mengangkat penelitian terkait \u201cGaya Bertransaksi Petani Jagung Suku Pedalaman Da&#8217;a Dalam Menjual Hasil Panen\u201d dengan Dr. Rahayu Indriasari, S.E., M.SA.,Ak sebagai pembimbing. TEMAN10 merupakan wadah berkumpulnya para ahli, praktisi, akademisi, dan mahasiswa dalam bidang akuntansi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta ide-ide inovatif terkait dengan perkembangan akuntansi multiparadigma di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif berupa gagasan-gagasan keilmuan Akuntansi bagi Bangsa dan Negara. Pertemuan ini di hadiri oleh delegasi dari Univesitas negeri dan swasta yang terdiri dari: 1. Universitas Brawijaya 2. Universitas Jember 3. Universitas Muhammadiyah Jakarta 4. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar 5. Universitas Negeri Manado 6. Universitas Tadulako 7. Universitas Buana Perjuangan Karawang 8. Universitas Ichsan Gorontalo 9. Universitas Gorontalo Dalam penuturannya, Salsabilah menjelaskan paper-nya yang berhasil meraih predikat Best Paper III di TEMAN10 Gorontalo. \u201c Penelitian saya kali ini bertujuan untuk mengungkap Gaya Bertransaksi Petani Jagung Suku Pedalaman Da`a dalam Menjual Hasil Panen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta dilengkapi dengan hasil dokumentasi. Penelitian ini menemukan dua gaya bertransaksi yaitu: 1) menunjukan gaya bertransaksi \u201cAla Tinalu Jole\u201d yaitu kegiatan transaksi penjualan yang dilakukan secara langsung antara petani jagung dengan tengkulak tepat di kebun jagung mereka masing-masing, dalam kegiatan transaksi penjualan ini para petani jagung cukup menunggu tengkulak yang datang langsung membeli jagung dengan menggunakan bahasa kaili dialog Da`a. 2) gaya bertransaksi \u201cMosiala Pale\u201d merupakan kegiatan transaksi penjualan dengan istilah \u201csaling membantu\u201d melalui adanya perantara yang membantu para petani jagung suku pedalaman Da`a dalam menjual hasil panennya secara langsung ke kota Palu, dalam kegiatan transaksi penjualan ini perantara yang mewakili para petani jagung dalam berinteraksi dengan pembeli,\u201d jelas Salsabilah. Ia turut menambahkan bahwa penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa gaya bertransaksi petani jagung suku pedalaman Da`a dalam menjual hasil panennya melalui dua cara. \u201c pertama menjual \u201cAla Tinalu Jole\u201d secara langsung dengan tengkulak. Kedua menjual \u201c Mosiala Pale\u201d secara langsung ke gudang melalui adanya perantara yang membantu, kedua cara tersebut memiliki keunikan masing-masing bagi petani jagung suku pedalaman Da`a, sehingga menciptakan gaya bertransaksi yang berbeda-beda dari kedua cara tersebut. Peneliti dapat memahami bahwa dalam menjual hasil panennya petani jagung suku pedalaman Da`a awalanya melakukan penjualan secara langsung dengan tengkulak dengan menggunakan bahasa kaili dengan dialog Da`a dan transaksi tersebut tejadi di kebun jagung masyarakat suku pedalaman Da`a, dimana pembeli yang datang langsung untuk membeli jagung. Sedangkan dalam menjual hasil panen secara langsung ke gudang melalui perantara, masyarakat suku pedalaman Da`a diantar oleh perantara dan diwakili oleh perantara dalam proses berkomunikasi dengan pembeli menggunakan bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, kita juga dapat melihat bahwa bukan hanya keterbatasan ilmu pendidikan dan belum fasih dalam berbahasa Indonesia yang menjadi masalah utama bagi mereka dalam menjual hasil panennya. Namun pola pikir yang berbeda dan rasa malu yang melekat di dalam diri mereka juga menjadi masalah paling utama bagi petani jagung suku pedalaman Da`a terutama dalam menjalin interaksi dengan masyarakat luas terutama dalam bertransaksi jual beli,\u201d tambah Salsabilah. AA<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":21904,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-20103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kembali ukir prestasi, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, Salsabilah asal jurusan Akuntansi berhasil memenangkan kategori Best Paper III di Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X (TEMAN10) Gorontalo. Salsabilah yang merupakan Mahasiswi Untad Angkatan tahun 2020 tersebut mengangkat penelitian terkait \u201cGaya Bertransaksi Petani Jagung Suku Pedalaman Da&#8217;a Dalam Menjual Hasil Panen\u201d dengan Dr. Rahayu Indriasari, S.E., M.SA.,Ak sebagai pembimbing. TEMAN10 merupakan wadah berkumpulnya para ahli, praktisi, akademisi, dan mahasiswa dalam bidang akuntansi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta ide-ide inovatif terkait dengan perkembangan akuntansi multiparadigma di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif berupa gagasan-gagasan keilmuan Akuntansi bagi Bangsa dan Negara. Pertemuan ini di hadiri oleh delegasi dari Univesitas negeri dan swasta yang terdiri dari: 1. Universitas Brawijaya 2. Universitas Jember 3. Universitas Muhammadiyah Jakarta 4. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar 5. Universitas Negeri Manado 6. Universitas Tadulako 7. Universitas Buana Perjuangan Karawang 8. Universitas Ichsan Gorontalo 9. Universitas Gorontalo Dalam penuturannya, Salsabilah menjelaskan paper-nya yang berhasil meraih predikat Best Paper III di TEMAN10 Gorontalo. \u201c Penelitian saya kali ini bertujuan untuk mengungkap Gaya Bertransaksi Petani Jagung Suku Pedalaman Da`a dalam Menjual Hasil Panen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta dilengkapi dengan hasil dokumentasi. Penelitian ini menemukan dua gaya bertransaksi yaitu: 1) menunjukan gaya bertransaksi \u201cAla Tinalu Jole\u201d yaitu kegiatan transaksi penjualan yang dilakukan secara langsung antara petani jagung dengan tengkulak tepat di kebun jagung mereka masing-masing, dalam kegiatan transaksi penjualan ini para petani jagung cukup menunggu tengkulak yang datang langsung membeli jagung dengan menggunakan bahasa kaili dialog Da`a. 2) gaya bertransaksi \u201cMosiala Pale\u201d merupakan kegiatan transaksi penjualan dengan istilah \u201csaling membantu\u201d melalui adanya perantara yang membantu para petani jagung suku pedalaman Da`a dalam menjual hasil panennya secara langsung ke kota Palu, dalam kegiatan transaksi penjualan ini perantara yang mewakili para petani jagung dalam berinteraksi dengan pembeli,\u201d jelas Salsabilah. Ia turut menambahkan bahwa penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa gaya bertransaksi petani jagung suku pedalaman Da`a dalam menjual hasil panennya melalui dua cara. \u201c pertama menjual \u201cAla Tinalu Jole\u201d secara langsung dengan tengkulak. Kedua menjual \u201c Mosiala Pale\u201d secara langsung ke gudang melalui adanya perantara yang membantu, kedua cara tersebut memiliki keunikan masing-masing bagi petani jagung suku pedalaman Da`a, sehingga menciptakan gaya bertransaksi yang berbeda-beda dari kedua cara tersebut. Peneliti dapat memahami bahwa dalam menjual hasil panennya petani jagung suku pedalaman Da`a awalanya melakukan penjualan secara langsung dengan tengkulak dengan menggunakan bahasa kaili dengan dialog Da`a dan transaksi tersebut tejadi di kebun jagung masyarakat suku pedalaman Da`a, dimana pembeli yang datang langsung untuk membeli jagung. Sedangkan dalam menjual hasil panen secara langsung ke gudang melalui perantara, masyarakat suku pedalaman Da`a diantar oleh perantara dan diwakili oleh perantara dalam proses berkomunikasi dengan pembeli menggunakan bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, kita juga dapat melihat bahwa bukan hanya keterbatasan ilmu pendidikan dan belum fasih dalam berbahasa Indonesia yang menjadi masalah utama bagi mereka dalam menjual hasil panennya. Namun pola pikir yang berbeda dan rasa malu yang melekat di dalam diri mereka juga menjadi masalah paling utama bagi petani jagung suku pedalaman Da`a terutama dalam menjalin interaksi dengan masyarakat luas terutama dalam bertransaksi jual beli,\u201d tambah Salsabilah. AA\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-01T03:18:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-10T06:08:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"3000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2788\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nadira-tik\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nadira-tik\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/\",\"name\":\"Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg\",\"datePublished\":\"2023-11-01T03:18:21+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-10T06:08:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg\",\"width\":3000,\"height\":2788},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\",\"name\":\"nadira-tik\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nadira-tik\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/baru.untad.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo - Universitas Tadulako","og_description":"Kembali ukir prestasi, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, Salsabilah asal jurusan Akuntansi berhasil memenangkan kategori Best Paper III di Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X (TEMAN10) Gorontalo. Salsabilah yang merupakan Mahasiswi Untad Angkatan tahun 2020 tersebut mengangkat penelitian terkait \u201cGaya Bertransaksi Petani Jagung Suku Pedalaman Da&#8217;a Dalam Menjual Hasil Panen\u201d dengan Dr. Rahayu Indriasari, S.E., M.SA.,Ak sebagai pembimbing. TEMAN10 merupakan wadah berkumpulnya para ahli, praktisi, akademisi, dan mahasiswa dalam bidang akuntansi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta ide-ide inovatif terkait dengan perkembangan akuntansi multiparadigma di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif berupa gagasan-gagasan keilmuan Akuntansi bagi Bangsa dan Negara. Pertemuan ini di hadiri oleh delegasi dari Univesitas negeri dan swasta yang terdiri dari: 1. Universitas Brawijaya 2. Universitas Jember 3. Universitas Muhammadiyah Jakarta 4. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar 5. Universitas Negeri Manado 6. Universitas Tadulako 7. Universitas Buana Perjuangan Karawang 8. Universitas Ichsan Gorontalo 9. Universitas Gorontalo Dalam penuturannya, Salsabilah menjelaskan paper-nya yang berhasil meraih predikat Best Paper III di TEMAN10 Gorontalo. \u201c Penelitian saya kali ini bertujuan untuk mengungkap Gaya Bertransaksi Petani Jagung Suku Pedalaman Da`a dalam Menjual Hasil Panen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta dilengkapi dengan hasil dokumentasi. Penelitian ini menemukan dua gaya bertransaksi yaitu: 1) menunjukan gaya bertransaksi \u201cAla Tinalu Jole\u201d yaitu kegiatan transaksi penjualan yang dilakukan secara langsung antara petani jagung dengan tengkulak tepat di kebun jagung mereka masing-masing, dalam kegiatan transaksi penjualan ini para petani jagung cukup menunggu tengkulak yang datang langsung membeli jagung dengan menggunakan bahasa kaili dialog Da`a. 2) gaya bertransaksi \u201cMosiala Pale\u201d merupakan kegiatan transaksi penjualan dengan istilah \u201csaling membantu\u201d melalui adanya perantara yang membantu para petani jagung suku pedalaman Da`a dalam menjual hasil panennya secara langsung ke kota Palu, dalam kegiatan transaksi penjualan ini perantara yang mewakili para petani jagung dalam berinteraksi dengan pembeli,\u201d jelas Salsabilah. Ia turut menambahkan bahwa penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa gaya bertransaksi petani jagung suku pedalaman Da`a dalam menjual hasil panennya melalui dua cara. \u201c pertama menjual \u201cAla Tinalu Jole\u201d secara langsung dengan tengkulak. Kedua menjual \u201c Mosiala Pale\u201d secara langsung ke gudang melalui adanya perantara yang membantu, kedua cara tersebut memiliki keunikan masing-masing bagi petani jagung suku pedalaman Da`a, sehingga menciptakan gaya bertransaksi yang berbeda-beda dari kedua cara tersebut. Peneliti dapat memahami bahwa dalam menjual hasil panennya petani jagung suku pedalaman Da`a awalanya melakukan penjualan secara langsung dengan tengkulak dengan menggunakan bahasa kaili dengan dialog Da`a dan transaksi tersebut tejadi di kebun jagung masyarakat suku pedalaman Da`a, dimana pembeli yang datang langsung untuk membeli jagung. Sedangkan dalam menjual hasil panen secara langsung ke gudang melalui perantara, masyarakat suku pedalaman Da`a diantar oleh perantara dan diwakili oleh perantara dalam proses berkomunikasi dengan pembeli menggunakan bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, kita juga dapat melihat bahwa bukan hanya keterbatasan ilmu pendidikan dan belum fasih dalam berbahasa Indonesia yang menjadi masalah utama bagi mereka dalam menjual hasil panennya. Namun pola pikir yang berbeda dan rasa malu yang melekat di dalam diri mereka juga menjadi masalah paling utama bagi petani jagung suku pedalaman Da`a terutama dalam menjalin interaksi dengan masyarakat luas terutama dalam bertransaksi jual beli,\u201d tambah Salsabilah. AA","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2023-11-01T03:18:21+00:00","article_modified_time":"2024-01-10T06:08:56+00:00","og_image":[{"width":3000,"height":2788,"url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"nadira-tik","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nadira-tik","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/","name":"Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg","datePublished":"2023-11-01T03:18:21+00:00","dateModified":"2024-01-10T06:08:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#primaryimage","url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Mahasiswa-FEB-Untad-Raih-Best-Paper-III-Pada-Temu-Masyarakat-Akuntansi-Multiparadigma-Indonesia-ke-X-di-Gorontalo-2.jpg","width":3000,"height":2788},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2023\/11\/mahasiswa-feb-untad-raih-best-paper-iii-pada-temu-masyarakat-akuntansi-multiparadigma-indonesia-ke-x-di-gorontalo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mahasiswi FEB Untad Raih Best Paper III Pada Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia ke X di Gorontalo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea","name":"nadira-tik","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","caption":"nadira-tik"},"sameAs":["https:\/\/baru.untad.ac.id"],"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20103"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20103\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}