{"id":303,"date":"2015-07-23T09:46:04","date_gmt":"2015-07-23T09:46:04","guid":{"rendered":"http:\/\/127.0.0.1\/untad.ac.id\/?page_id=303"},"modified":"2026-04-13T15:49:53","modified_gmt":"2026-04-13T07:49:53","slug":"sejarah-untad","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/sejarah-untad\/","title":{"rendered":"Untad History"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>Tadulako University<\/b>, disingkat <b>Untad<\/b>, adalah perguruan tinggi negeri di Palu, Indonesia, sesaui Keppres No. 36 Tahun 1981 Universitas Tadulako berdiri pada tanggal 14 Agustus 1981. Rektor yang sekarang menjabat pada periode 2023 \u2013 2027 adalah\u00a0<strong>Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sejarah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberadaan perguruan tinggi di Sulawesi Tengah, yang merupakan cikal bakal Universitas Tadulako ditandai dengan 3 (tiga) tahapan perjalanan sejarah yaitu periode Universitas Tadulako status swasta (1963-1966), periode status cabang (1966-1981), dan status negeri yang berdiri sendiri &#8220;<b>Tadulako University<\/b>&#8221; (UNTAD), sejak tahun 1981.<\/p>\n<h3><span id=\"Periode_Status_Swasta_.281963-1966.29\" class=\"mw-headline\">Periode Status Swasta (1963-1966)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Universitas Tadulako sebagai perguruan tinggi swasta bermula dan tumbuh dengan mendapatkan kehidupan dari swadaya murni masyarakat Sulawesi Tengah, sudah berdiri sebelum daerah Sulawesi Tengah mendapatkan statusnya sebagai Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tengah. Tadulako secara konkret berarti pemimpin, dan menurut sifatnya berarti keutamaan. Dengan demikian tadulako adalah pemimpin yang memiliki sifat-sifat keutamaan (adil, bijaksana, jujur, cerdas, berani, bersemangat, pengayom, pembela kebenaran). Pada tanggal 8 Mei 1963 berdirilah Universitas Tadulako dengan status Swasta, dengan rektor pertama Drh. Nasri Gayur. Setelah melalui berbagai macam usaha untuk meningkatkan status dan peran Universitas Tadulako, maka pada tanggal 12 September 1964 ditingkatkan statusnya menjadi \u201cTERDAFTAR\u201csesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 94\/B-SWT\/P\/64, dengan empat fakultas\u00a0: Fakultas Sosial Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Peternakan dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Hayat dan Ilmu Pendidikan. Perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Hukum sehingga keseluruhan menjadi 5 (lima) fakultas.<\/p>\n<h3><span id=\"Periode_Cabang_.281966-1981.29\" class=\"mw-headline\">Periode Cabang (1966-1981)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh pemuka masyarakat di daerah ini, sehingga terwujudlah Perguruan Tinggi Negeri dengan status cabang, yaitu Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966 dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang Cabang Palu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 2 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966. Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin (Untad Cabang Unhas) terdiri atas empat fakultas yaitu\u00a0: Fakultas Peternakan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Sosial dan Politik. IKIP Ujung Pandang Cabang Palu terdiri atas tiga fakultas yaitu\u00a0: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Sastera dan Seni dan Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta.<\/p>\n<h3><span id=\"Universitas_Tadulako_Negeri_Berdiri_Sendiri_.28sejak_tahun_1981.29\" class=\"mw-headline\">Universitas Tadulako Negeri Berdiri Sendiri (sejak tahun 1981)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk lebih mengefektifkan upaya mewujudkan satu universitas negeri yang berdiri sendiri, maka pada tahun 1978 atas fasilitasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dibentuklah Koordinatorium Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah (PTST) yang diketuai oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dengan enam orang wakil ketua yang berasal dari UNTAD Cabang UNHAS (3 orang) dan IKIP Ujung Pandang Cabang Palu (3 orang). Upaya Koordinatorium PTST tersebut untuk menyatukan kembali kedua perguruan tinggi cabang di Sulawesi Tengah pada akhirnya muncul dan menjadi dasar yang lebih kokoh untuk berdirinya universitas negeri yang berdiri sendiri. Atas dukungan dan upaya masyarakat di Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah, Rektor UNHAS, Rektor IKIP Ujung Pandang serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, akhirnya status cabang kedua lembaga pendidikan tinggi tersebut di atas ditingkatkan menjadi \u201cUNIVERSITAS NEGERI YANG BERDIRI SENDIRI\u201d, dengan nama UNIVERSITAS TADULAKO (UNTAD) sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 36 Tahun 1981 tanggal 14 Agustus 1981, berdasarkan Keputusan Presiden tersebut Untad terdiri atas 5 (lima) fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Teknik sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0378\/0\/1993 tanggal 21 Oktober 1993.<\/p>\n<h3>Rektor Universitas Tadulako Dari Masa Ke Masa<\/h3>\n<p id=\"mwKw\">Berikut Daftar Nama-Nama Rektor Universitas Tadulako sejak 1981 hingga saat ini ;<\/p>\n<ul id=\"mwLA\">\n<li id=\"mwLQ\">Prof. Dr. H. A\u00a0 Mattulada (Periode Pertama Tahun\u00a0 1981 &#8211; 1985 dan Periode Kedua Tahun 1985 &#8211; 1990)<\/li>\n<li id=\"mwLg\">Prof. Dr. H.\u00a0 Musji Amal Pagiling, MA (Periode Tahun 1990 &#8211; 1994)<\/li>\n<li id=\"mwLw\">Prof. Drs. H. Aminuddin Ponulele ( Periode Tahun 1994 &#8211; 1998)<\/li>\n<li id=\"mwMA\">Drs.\u00a0 Moh. Abd. Rasyid, MS ( Periode Tahun 1998 &#8211; 2002)<\/li>\n<li id=\"mwMQ\">Drs. H. Sahabuddin Mustapa, MSI ( Periode Pertama Tahun\u00a0 2002 &#8211; 2006 dan Periode Kedua Tahun 2006 &#8211; 2011)<\/li>\n<li id=\"mwMg\">Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE, MS ( Periode Pertama Tahun\u00a0 2011 &#8211; 2015 dan Periode Kedua Tahun 2015 &#8211; 2019)<\/li>\n<li id=\"mwMw\">Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP ( Periode Tahun 2019 &#8211; 2023)<\/li>\n<li>Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng (Periode Tahun 2023 &#8211; 2027)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Film \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d Tahun 2025<\/h3>\n\n\n\n<p>Deskripsi : Sebuah karya dokumenter yang menyingkap perjalanan epik Untad dalam lintasan sejarah, sejak masa perintisan hingga menjadi universitas besar di kawasan timur Indonesia. Menghadirkan tokoh-tokoh kunci yang turut membentuk wajah Universitas Tadulako hari ini, film ini menjadi refleksi dan penghormatan atas dedikasi para pendiri, pemimpin, dan seluruh civitas akademika yang telah berkontribusi dalam setiap tahap perkembangannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Disajikan secara visual, naratif, dan emosional, \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d menjadi persembahan spesial Dies Natalis Untad ke-44 Film dokumenter \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d dipersembahkan oleh Universitas Tadulako, berdasarkan penelitian sejarah dan buku karya Hasan \u2013 Amar Ali Akbar, serta diproduksi oleh Rumah Media. <\/p>\n\n\n\n<p>Karya ini menyingkap perjalanan panjang berdirinya UNTAD, mulai dari peran tokoh perintis seperti Nazri Gayur, M. Jasin, dan Rusdy Toana, hingga kiprah para dekan koordinator yang memimpin pada masa awal: <\/p>\n\n\n\n<p>Lettu (HOR) H. Nazri Gayur (1966\u20131968) <\/p>\n\n\n\n<p>Ir. Yahya Ponulele (1968\u20131973) <\/p>\n\n\n\n<p>Amir Baghi Ral (1973\u20131975) <\/p>\n\n\n\n<p>Musji Amal Pagiling (1975\u20131977) <\/p>\n\n\n\n<p>Dokumenter ini juga menampilkan jejak para Rektor Universitas Tadulako dari periode negeri mandiri hingga masa kini: <\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Dr. H.A. Mattulada (1981\u20131985 &amp; 1985\u20131990) <\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Dr. Musji Amal Pagiling, M.A. (1990\u20131994) <\/p>\n\n\n\n<p>Prof. (Em) Drs. H. Aminuddin Ponulele (1994\u20131998) <\/p>\n\n\n\n<p>Drs. Moh. Abd. Rasyid, M.S. (1998\u20132002)<\/p>\n\n\n\n<p> Drs. H. Sahabuddin Mustapa, M.Si. (2002\u20132010) <\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, S.E., M.S. (2010\u20132019) <\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Dr. Ir. Mahfudz, M.P. (2019\u20132023) <\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng (2023\u20132027, Inisiator) <\/p>\n\n\n\n<p>Selain menghadirkan mahasiswa pemeran dan alumni narator, dokumenter ini diperkaya dengan suara alumni, serta asistensi sejarah dari dosen dan pustakawan UNTAD. Kehadiran film ini menjadi catatan monumental tentang perjalanan epik Universitas Tadulako dalam lintasan sejarah\u2014dari akar perjuangan, kepemimpinan, hingga kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udccc <strong>Tonton film selengkapnya di YouTube:<\/strong><br>\ud83d\udd17 <a href=\"https:\/\/youtu.be\/XPCTYrnt5bw?si=yWOWzbwfajpcYzHd\">https:\/\/youtu.be\/XPCTYrnt5bw?si=yWOWzbwfajpcYzHd<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<p class=\"responsive-video-wrap clr\"><iframe title=\"Film \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d Tahun 2025\" width=\"1200\" height=\"675\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/XPCTYrnt5bw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<\/div><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Tadulako, disingkat Untad, adalah perguruan tinggi negeri di Palu, Indonesia, sesaui Keppres No. 36 Tahun 1981 Universitas Tadulako berdiri pada tanggal 14 Agustus 1981. Rektor yang sekarang menjabat pada periode 2023 \u2013 2027 adalah\u00a0Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng. Sejarah Keberadaan perguruan tinggi di Sulawesi Tengah, yang merupakan cikal bakal Universitas Tadulako ditandai dengan 3 (tiga) tahapan perjalanan sejarah yaitu periode Universitas Tadulako status swasta (1963-1966), periode status cabang (1966-1981), dan status negeri yang berdiri sendiri &#8220;Universitas Tadulako&#8221; (UNTAD), sejak tahun 1981. Periode Status Swasta (1963-1966) Universitas Tadulako sebagai perguruan tinggi swasta bermula dan tumbuh dengan mendapatkan kehidupan dari swadaya murni masyarakat Sulawesi Tengah, sudah berdiri sebelum daerah Sulawesi Tengah mendapatkan statusnya sebagai Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tengah. Tadulako secara konkret berarti pemimpin, dan menurut sifatnya berarti keutamaan. Dengan demikian tadulako adalah pemimpin yang memiliki sifat-sifat keutamaan (adil, bijaksana, jujur, cerdas, berani, bersemangat, pengayom, pembela kebenaran). Pada tanggal 8 Mei 1963 berdirilah Universitas Tadulako dengan status Swasta, dengan rektor pertama Drh. Nasri Gayur. Setelah melalui berbagai macam usaha untuk meningkatkan status dan peran Universitas Tadulako, maka pada tanggal 12 September 1964 ditingkatkan statusnya menjadi \u201cTERDAFTAR\u201csesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 94\/B-SWT\/P\/64, dengan empat fakultas\u00a0: Fakultas Sosial Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Peternakan dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Hayat dan Ilmu Pendidikan. Perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Hukum sehingga keseluruhan menjadi 5 (lima) fakultas. Periode Cabang (1966-1981) Berbagai upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh pemuka masyarakat di daerah ini, sehingga terwujudlah Perguruan Tinggi Negeri dengan status cabang, yaitu Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966 dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang Cabang Palu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 2 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966. Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin (Untad Cabang Unhas) terdiri atas empat fakultas yaitu\u00a0: Fakultas Peternakan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Sosial dan Politik. IKIP Ujung Pandang Cabang Palu terdiri atas tiga fakultas yaitu\u00a0: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Sastera dan Seni dan Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta. Universitas Tadulako Negeri Berdiri Sendiri (sejak tahun 1981) Untuk lebih mengefektifkan upaya mewujudkan satu universitas negeri yang berdiri sendiri, maka pada tahun 1978 atas fasilitasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dibentuklah Koordinatorium Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah (PTST) yang diketuai oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dengan enam orang wakil ketua yang berasal dari UNTAD Cabang UNHAS (3 orang) dan IKIP Ujung Pandang Cabang Palu (3 orang). Upaya Koordinatorium PTST tersebut untuk menyatukan kembali kedua perguruan tinggi cabang di Sulawesi Tengah pada akhirnya muncul dan menjadi dasar yang lebih kokoh untuk berdirinya universitas negeri yang berdiri sendiri. Atas dukungan dan upaya masyarakat di Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah, Rektor UNHAS, Rektor IKIP Ujung Pandang serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, akhirnya status cabang kedua lembaga pendidikan tinggi tersebut di atas ditingkatkan menjadi \u201cUNIVERSITAS NEGERI YANG BERDIRI SENDIRI\u201d, dengan nama UNIVERSITAS TADULAKO (UNTAD) sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 36 Tahun 1981 tanggal 14 Agustus 1981, berdasarkan Keputusan Presiden tersebut Untad terdiri atas 5 (lima) fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian. Dalam perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Teknik sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0378\/0\/1993 tanggal 21 Oktober 1993. Rektor Universitas Tadulako Dari Masa Ke Masa Berikut Daftar Nama-Nama Rektor Universitas Tadulako sejak 1981 hingga saat ini ; Prof. Dr. H. A\u00a0 Mattulada (Periode Pertama Tahun\u00a0 1981 &#8211; 1985 dan Periode Kedua Tahun 1985 &#8211; 1990) Prof. Dr. H.\u00a0 Musji Amal Pagiling, MA (Periode Tahun 1990 &#8211; 1994) Prof. Drs. H. Aminuddin Ponulele ( Periode Tahun 1994 &#8211; 1998) Drs.\u00a0 Moh. Abd. Rasyid, MS ( Periode Tahun 1998 &#8211; 2002) Drs. H. Sahabuddin Mustapa, MSI ( Periode Pertama Tahun\u00a0 2002 &#8211; 2006 dan Periode Kedua Tahun 2006 &#8211; 2011) Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE, MS ( Periode Pertama Tahun\u00a0 2011 &#8211; 2015 dan Periode Kedua Tahun 2015 &#8211; 2019) Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP ( Periode Tahun 2019 &#8211; 2023) Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng (Periode Tahun 2023 &#8211; 2027) Film \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d Tahun 2025 Deskripsi : Sebuah karya dokumenter yang menyingkap perjalanan epik Untad dalam lintasan sejarah, sejak masa perintisan hingga menjadi universitas besar di kawasan timur Indonesia. Menghadirkan tokoh-tokoh kunci yang turut membentuk wajah Universitas Tadulako hari ini, film ini menjadi refleksi dan penghormatan atas dedikasi para pendiri, pemimpin, dan seluruh civitas akademika yang telah berkontribusi dalam setiap tahap perkembangannya. Disajikan secara visual, naratif, dan emosional, \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d menjadi persembahan spesial Dies Natalis Untad ke-44 Film dokumenter \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d dipersembahkan oleh Universitas Tadulako, berdasarkan penelitian sejarah dan buku karya Hasan \u2013 Amar Ali Akbar, serta diproduksi oleh Rumah Media. Karya ini menyingkap perjalanan panjang berdirinya UNTAD, mulai dari peran tokoh perintis seperti Nazri Gayur, M. Jasin, dan Rusdy Toana, hingga kiprah para dekan koordinator yang memimpin pada masa awal: Lettu (HOR) H. Nazri Gayur (1966\u20131968) Ir. Yahya Ponulele (1968\u20131973) Amir Baghi Ral (1973\u20131975) Musji Amal Pagiling (1975\u20131977) Dokumenter ini juga menampilkan jejak para Rektor Universitas Tadulako dari periode negeri mandiri hingga masa kini: Prof. Dr. H.A. Mattulada (1981\u20131985 &amp; 1985\u20131990) Prof. Dr. Musji Amal Pagiling, M.A. (1990\u20131994) Prof. (Em) Drs. H. Aminuddin Ponulele (1994\u20131998) Drs. Moh. Abd. Rasyid, M.S. (1998\u20132002) Drs. H. Sahabuddin Mustapa, M.Si. (2002\u20132010) Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, S.E., M.S. (2010\u20132019) Prof. Dr. Ir. Mahfudz, M.P. (2019\u20132023) Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng (2023\u20132027, Inisiator) Selain menghadirkan mahasiswa pemeran dan alumni narator, dokumenter ini diperkaya dengan suara alumni, serta asistensi sejarah dari dosen dan pustakawan UNTAD. Kehadiran film ini menjadi catatan monumental tentang perjalanan epik Universitas Tadulako dalam lintasan sejarah\u2014dari akar perjuangan, kepemimpinan, hingga kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. \ud83d\udccc Tonton film selengkapnya di YouTube:\ud83d\udd17 https:\/\/youtu.be\/XPCTYrnt5bw?si=yWOWzbwfajpcYzHd<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"0","ocean_second_sidebar":"0","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"0","ocean_custom_header_template":"0","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"0","ocean_menu_typo_font_family":"0","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"0","footnotes":""},"class_list":["post-303","page","type-page","status-publish","hentry","entry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Untad - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/sejarah-untad\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Untad - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Universitas Tadulako, disingkat Untad, adalah perguruan tinggi negeri di Palu, Indonesia, sesaui Keppres No. 36 Tahun 1981 Universitas Tadulako berdiri pada tanggal 14 Agustus 1981. Rektor yang sekarang menjabat pada periode 2023 \u2013 2027 adalah\u00a0Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng. Sejarah Keberadaan perguruan tinggi di Sulawesi Tengah, yang merupakan cikal bakal Universitas Tadulako ditandai dengan 3 (tiga) tahapan perjalanan sejarah yaitu periode Universitas Tadulako status swasta (1963-1966), periode status cabang (1966-1981), dan status negeri yang berdiri sendiri &#8220;Universitas Tadulako&#8221; (UNTAD), sejak tahun 1981. Periode Status Swasta (1963-1966) Universitas Tadulako sebagai perguruan tinggi swasta bermula dan tumbuh dengan mendapatkan kehidupan dari swadaya murni masyarakat Sulawesi Tengah, sudah berdiri sebelum daerah Sulawesi Tengah mendapatkan statusnya sebagai Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tengah. Tadulako secara konkret berarti pemimpin, dan menurut sifatnya berarti keutamaan. Dengan demikian tadulako adalah pemimpin yang memiliki sifat-sifat keutamaan (adil, bijaksana, jujur, cerdas, berani, bersemangat, pengayom, pembela kebenaran). Pada tanggal 8 Mei 1963 berdirilah Universitas Tadulako dengan status Swasta, dengan rektor pertama Drh. Nasri Gayur. Setelah melalui berbagai macam usaha untuk meningkatkan status dan peran Universitas Tadulako, maka pada tanggal 12 September 1964 ditingkatkan statusnya menjadi \u201cTERDAFTAR\u201csesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 94\/B-SWT\/P\/64, dengan empat fakultas\u00a0: Fakultas Sosial Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Peternakan dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Hayat dan Ilmu Pendidikan. Perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Hukum sehingga keseluruhan menjadi 5 (lima) fakultas. Periode Cabang (1966-1981) Berbagai upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh pemuka masyarakat di daerah ini, sehingga terwujudlah Perguruan Tinggi Negeri dengan status cabang, yaitu Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966 dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang Cabang Palu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 2 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966. Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin (Untad Cabang Unhas) terdiri atas empat fakultas yaitu\u00a0: Fakultas Peternakan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Sosial dan Politik. IKIP Ujung Pandang Cabang Palu terdiri atas tiga fakultas yaitu\u00a0: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Sastera dan Seni dan Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta. Universitas Tadulako Negeri Berdiri Sendiri (sejak tahun 1981) Untuk lebih mengefektifkan upaya mewujudkan satu universitas negeri yang berdiri sendiri, maka pada tahun 1978 atas fasilitasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dibentuklah Koordinatorium Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah (PTST) yang diketuai oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dengan enam orang wakil ketua yang berasal dari UNTAD Cabang UNHAS (3 orang) dan IKIP Ujung Pandang Cabang Palu (3 orang). Upaya Koordinatorium PTST tersebut untuk menyatukan kembali kedua perguruan tinggi cabang di Sulawesi Tengah pada akhirnya muncul dan menjadi dasar yang lebih kokoh untuk berdirinya universitas negeri yang berdiri sendiri. Atas dukungan dan upaya masyarakat di Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah, Rektor UNHAS, Rektor IKIP Ujung Pandang serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, akhirnya status cabang kedua lembaga pendidikan tinggi tersebut di atas ditingkatkan menjadi \u201cUNIVERSITAS NEGERI YANG BERDIRI SENDIRI\u201d, dengan nama UNIVERSITAS TADULAKO (UNTAD) sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 36 Tahun 1981 tanggal 14 Agustus 1981, berdasarkan Keputusan Presiden tersebut Untad terdiri atas 5 (lima) fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian. Dalam perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Teknik sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0378\/0\/1993 tanggal 21 Oktober 1993. Rektor Universitas Tadulako Dari Masa Ke Masa Berikut Daftar Nama-Nama Rektor Universitas Tadulako sejak 1981 hingga saat ini ; Prof. Dr. H. A\u00a0 Mattulada (Periode Pertama Tahun\u00a0 1981 &#8211; 1985 dan Periode Kedua Tahun 1985 &#8211; 1990) Prof. Dr. H.\u00a0 Musji Amal Pagiling, MA (Periode Tahun 1990 &#8211; 1994) Prof. Drs. H. Aminuddin Ponulele ( Periode Tahun 1994 &#8211; 1998) Drs.\u00a0 Moh. Abd. Rasyid, MS ( Periode Tahun 1998 &#8211; 2002) Drs. H. Sahabuddin Mustapa, MSI ( Periode Pertama Tahun\u00a0 2002 &#8211; 2006 dan Periode Kedua Tahun 2006 &#8211; 2011) Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE, MS ( Periode Pertama Tahun\u00a0 2011 &#8211; 2015 dan Periode Kedua Tahun 2015 &#8211; 2019) Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP ( Periode Tahun 2019 &#8211; 2023) Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng (Periode Tahun 2023 &#8211; 2027) Film \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d Tahun 2025 Deskripsi : Sebuah karya dokumenter yang menyingkap perjalanan epik Untad dalam lintasan sejarah, sejak masa perintisan hingga menjadi universitas besar di kawasan timur Indonesia. Menghadirkan tokoh-tokoh kunci yang turut membentuk wajah Universitas Tadulako hari ini, film ini menjadi refleksi dan penghormatan atas dedikasi para pendiri, pemimpin, dan seluruh civitas akademika yang telah berkontribusi dalam setiap tahap perkembangannya. Disajikan secara visual, naratif, dan emosional, \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d menjadi persembahan spesial Dies Natalis Untad ke-44 Film dokumenter \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d dipersembahkan oleh Universitas Tadulako, berdasarkan penelitian sejarah dan buku karya Hasan \u2013 Amar Ali Akbar, serta diproduksi oleh Rumah Media. Karya ini menyingkap perjalanan panjang berdirinya UNTAD, mulai dari peran tokoh perintis seperti Nazri Gayur, M. Jasin, dan Rusdy Toana, hingga kiprah para dekan koordinator yang memimpin pada masa awal: Lettu (HOR) H. Nazri Gayur (1966\u20131968) Ir. Yahya Ponulele (1968\u20131973) Amir Baghi Ral (1973\u20131975) Musji Amal Pagiling (1975\u20131977) Dokumenter ini juga menampilkan jejak para Rektor Universitas Tadulako dari periode negeri mandiri hingga masa kini: Prof. Dr. H.A. Mattulada (1981\u20131985 &amp; 1985\u20131990) Prof. Dr. Musji Amal Pagiling, M.A. (1990\u20131994) Prof. (Em) Drs. H. Aminuddin Ponulele (1994\u20131998) Drs. Moh. Abd. Rasyid, M.S. (1998\u20132002) Drs. H. Sahabuddin Mustapa, M.Si. (2002\u20132010) Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, S.E., M.S. (2010\u20132019) Prof. Dr. Ir. Mahfudz, M.P. (2019\u20132023) Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng (2023\u20132027, Inisiator) Selain menghadirkan mahasiswa pemeran dan alumni narator, dokumenter ini diperkaya dengan suara alumni, serta asistensi sejarah dari dosen dan pustakawan UNTAD. Kehadiran film ini menjadi catatan monumental tentang perjalanan epik Universitas Tadulako dalam lintasan sejarah\u2014dari akar perjuangan, kepemimpinan, hingga kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. \ud83d\udccc Tonton film selengkapnya di YouTube:\ud83d\udd17 https:\/\/youtu.be\/XPCTYrnt5bw?si=yWOWzbwfajpcYzHd\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/sejarah-untad\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-13T07:49:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/\",\"name\":\"Sejarah Untad - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2015-07-23T09:46:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-13T07:49:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Untad\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Untad - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/sejarah-untad\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Untad - Universitas Tadulako","og_description":"Universitas Tadulako, disingkat Untad, adalah perguruan tinggi negeri di Palu, Indonesia, sesaui Keppres No. 36 Tahun 1981 Universitas Tadulako berdiri pada tanggal 14 Agustus 1981. Rektor yang sekarang menjabat pada periode 2023 \u2013 2027 adalah\u00a0Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng. Sejarah Keberadaan perguruan tinggi di Sulawesi Tengah, yang merupakan cikal bakal Universitas Tadulako ditandai dengan 3 (tiga) tahapan perjalanan sejarah yaitu periode Universitas Tadulako status swasta (1963-1966), periode status cabang (1966-1981), dan status negeri yang berdiri sendiri &#8220;Universitas Tadulako&#8221; (UNTAD), sejak tahun 1981. Periode Status Swasta (1963-1966) Universitas Tadulako sebagai perguruan tinggi swasta bermula dan tumbuh dengan mendapatkan kehidupan dari swadaya murni masyarakat Sulawesi Tengah, sudah berdiri sebelum daerah Sulawesi Tengah mendapatkan statusnya sebagai Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tengah. Tadulako secara konkret berarti pemimpin, dan menurut sifatnya berarti keutamaan. Dengan demikian tadulako adalah pemimpin yang memiliki sifat-sifat keutamaan (adil, bijaksana, jujur, cerdas, berani, bersemangat, pengayom, pembela kebenaran). Pada tanggal 8 Mei 1963 berdirilah Universitas Tadulako dengan status Swasta, dengan rektor pertama Drh. Nasri Gayur. Setelah melalui berbagai macam usaha untuk meningkatkan status dan peran Universitas Tadulako, maka pada tanggal 12 September 1964 ditingkatkan statusnya menjadi \u201cTERDAFTAR\u201csesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 94\/B-SWT\/P\/64, dengan empat fakultas\u00a0: Fakultas Sosial Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Peternakan dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Hayat dan Ilmu Pendidikan. Perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Hukum sehingga keseluruhan menjadi 5 (lima) fakultas. Periode Cabang (1966-1981) Berbagai upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh pemuka masyarakat di daerah ini, sehingga terwujudlah Perguruan Tinggi Negeri dengan status cabang, yaitu Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966 dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang Cabang Palu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 2 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966. Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin (Untad Cabang Unhas) terdiri atas empat fakultas yaitu\u00a0: Fakultas Peternakan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Sosial dan Politik. IKIP Ujung Pandang Cabang Palu terdiri atas tiga fakultas yaitu\u00a0: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Sastera dan Seni dan Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta. Universitas Tadulako Negeri Berdiri Sendiri (sejak tahun 1981) Untuk lebih mengefektifkan upaya mewujudkan satu universitas negeri yang berdiri sendiri, maka pada tahun 1978 atas fasilitasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dibentuklah Koordinatorium Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah (PTST) yang diketuai oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dengan enam orang wakil ketua yang berasal dari UNTAD Cabang UNHAS (3 orang) dan IKIP Ujung Pandang Cabang Palu (3 orang). Upaya Koordinatorium PTST tersebut untuk menyatukan kembali kedua perguruan tinggi cabang di Sulawesi Tengah pada akhirnya muncul dan menjadi dasar yang lebih kokoh untuk berdirinya universitas negeri yang berdiri sendiri. Atas dukungan dan upaya masyarakat di Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah, Rektor UNHAS, Rektor IKIP Ujung Pandang serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, akhirnya status cabang kedua lembaga pendidikan tinggi tersebut di atas ditingkatkan menjadi \u201cUNIVERSITAS NEGERI YANG BERDIRI SENDIRI\u201d, dengan nama UNIVERSITAS TADULAKO (UNTAD) sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 36 Tahun 1981 tanggal 14 Agustus 1981, berdasarkan Keputusan Presiden tersebut Untad terdiri atas 5 (lima) fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian. Dalam perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Teknik sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0378\/0\/1993 tanggal 21 Oktober 1993. Rektor Universitas Tadulako Dari Masa Ke Masa Berikut Daftar Nama-Nama Rektor Universitas Tadulako sejak 1981 hingga saat ini ; Prof. Dr. H. A\u00a0 Mattulada (Periode Pertama Tahun\u00a0 1981 &#8211; 1985 dan Periode Kedua Tahun 1985 &#8211; 1990) Prof. Dr. H.\u00a0 Musji Amal Pagiling, MA (Periode Tahun 1990 &#8211; 1994) Prof. Drs. H. Aminuddin Ponulele ( Periode Tahun 1994 &#8211; 1998) Drs.\u00a0 Moh. Abd. Rasyid, MS ( Periode Tahun 1998 &#8211; 2002) Drs. H. Sahabuddin Mustapa, MSI ( Periode Pertama Tahun\u00a0 2002 &#8211; 2006 dan Periode Kedua Tahun 2006 &#8211; 2011) Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE, MS ( Periode Pertama Tahun\u00a0 2011 &#8211; 2015 dan Periode Kedua Tahun 2015 &#8211; 2019) Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP ( Periode Tahun 2019 &#8211; 2023) Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng (Periode Tahun 2023 &#8211; 2027) Film \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d Tahun 2025 Deskripsi : Sebuah karya dokumenter yang menyingkap perjalanan epik Untad dalam lintasan sejarah, sejak masa perintisan hingga menjadi universitas besar di kawasan timur Indonesia. Menghadirkan tokoh-tokoh kunci yang turut membentuk wajah Universitas Tadulako hari ini, film ini menjadi refleksi dan penghormatan atas dedikasi para pendiri, pemimpin, dan seluruh civitas akademika yang telah berkontribusi dalam setiap tahap perkembangannya. Disajikan secara visual, naratif, dan emosional, \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d menjadi persembahan spesial Dies Natalis Untad ke-44 Film dokumenter \u201cTiga Pilar Universitas Tadulako\u201d dipersembahkan oleh Universitas Tadulako, berdasarkan penelitian sejarah dan buku karya Hasan \u2013 Amar Ali Akbar, serta diproduksi oleh Rumah Media. Karya ini menyingkap perjalanan panjang berdirinya UNTAD, mulai dari peran tokoh perintis seperti Nazri Gayur, M. Jasin, dan Rusdy Toana, hingga kiprah para dekan koordinator yang memimpin pada masa awal: Lettu (HOR) H. Nazri Gayur (1966\u20131968) Ir. Yahya Ponulele (1968\u20131973) Amir Baghi Ral (1973\u20131975) Musji Amal Pagiling (1975\u20131977) Dokumenter ini juga menampilkan jejak para Rektor Universitas Tadulako dari periode negeri mandiri hingga masa kini: Prof. Dr. H.A. Mattulada (1981\u20131985 &amp; 1985\u20131990) Prof. Dr. Musji Amal Pagiling, M.A. (1990\u20131994) Prof. (Em) Drs. H. Aminuddin Ponulele (1994\u20131998) Drs. Moh. Abd. Rasyid, M.S. (1998\u20132002) Drs. H. Sahabuddin Mustapa, M.Si. (2002\u20132010) Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, S.E., M.S. (2010\u20132019) Prof. Dr. Ir. Mahfudz, M.P. (2019\u20132023) Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng (2023\u20132027, Inisiator) Selain menghadirkan mahasiswa pemeran dan alumni narator, dokumenter ini diperkaya dengan suara alumni, serta asistensi sejarah dari dosen dan pustakawan UNTAD. Kehadiran film ini menjadi catatan monumental tentang perjalanan epik Universitas Tadulako dalam lintasan sejarah\u2014dari akar perjuangan, kepemimpinan, hingga kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. \ud83d\udccc Tonton film selengkapnya di YouTube:\ud83d\udd17 https:\/\/youtu.be\/XPCTYrnt5bw?si=yWOWzbwfajpcYzHd","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/sejarah-untad\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_modified_time":"2026-04-13T07:49:53+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/","name":"Sejarah Untad - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"datePublished":"2015-07-23T09:46:04+00:00","dateModified":"2026-04-13T07:49:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/sejarah-untad\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Untad"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=303"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/303\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36240,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/303\/revisions\/36240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}