{"version":"1.0","provider_name":"Tadulako University","provider_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en","author_name":"nadira-tik","author_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/","title":"FKIK Untad Datangkan Pemateri dari Newcastle University Australia - Universitas Tadulako","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"1ROABcArfZ\"><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/03\/fkik-untad-datangkan-pemateri-dari-universitas-newcastle-australia\/\">FKIK Untad Datangkan Pemateri dari Newcastle University Australia<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/03\/fkik-untad-datangkan-pemateri-dari-universitas-newcastle-australia\/embed\/#?secret=1ROABcArfZ\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;FKIK Untad Datangkan Pemateri dari Newcastle University Australia&#8221; &#8212; Universitas Tadulako\" data-secret=\"1ROABcArfZ\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/untad.ac.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":null,"thumbnail_width":null,"thumbnail_height":null,"description":"Senin (21\/03) Fakultas Kedokteraan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) melaksanakan International Simposium dan Workshop on Medical &amp; Health Profession. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung IT Center tersebut dihadiri oleh Dirjen Sumber Daya IPTEK Dikti Prof dr Ali Gufron Mukti MSc PhD, Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS, dekan FKIK dr Mansyur Rhomi SU PA (k), dan tamu undangan lainnya. Ketua panitia pelaksana Dr dr Muh Sabir MKes mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan meningkatkan kemampuan para peserta dengan didatangkannya pemateri ahli dalam bidangnya. \u201cTujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memperdalam pemahaman serta pengetahuan para peserta, karena pemateri kali ini merupakan orang-orang yang berkompeten di bidangnya,\u201d tuturnya. Selain itu ia berharap, dengan dilaksanakannya workshop ini permasalahan kekurangan staf dalam bidang kedokteran dan kesehatan dapat terselesaikan. \u201cKami harapkan mereka dapat menambah skill dalam penulisan jurnal Internasonal,\u201d tambahnya. Sementara itu, Dirjen Sumberdaya dan IPTEK Dikti Prof dr Ali Gufron Mukti MSc PhD menilai, apa yang dilakukan Untad dan FKIK merupakan langkah strategis untuk pengembangan inovasi khususnya dalam dunia kedokteran dan ilmu kesehatan. \u201cInovasi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikembangkan, ini merupakan langkah tepat yang digagas oleh panitia,\u201d uangkapnya. Selain itu ia menambahkan, Indonesia sangat lemah dalam penulisan jurnal yang berskala Internasional sehingga harus berpacu untuk mengejar ketertinggalan. \u201cKita sangat lemah dalam penulisan jurnal Internasioonal, khsusnya dalam bidang Kedokteran dan llmu Kesehatan,\u201d ujar Prof Ali Gufron. Pembicara dalam kegiatan ialah Prof John Hall, Prof Judith Scoot, Prof Seamus Fagan, Hope Tancinco. Mereka berasal dari Universitas Newcastle Ausralia."}