{"version":"1.0","provider_name":"Tadulako University","provider_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en","author_name":"nadira-tik","author_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/","title":"AIPI Kunjungi Untad untuk Forum Diskusi Sains - Universitas Tadulako","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"0UAFHbfbz7\"><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2015\/12\/aipi-kunjungi-untad-untuk-forum-diskusi-sains\/\">AIPI Kunjungi Untad untuk Forum Diskusi Sains<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2015\/12\/aipi-kunjungi-untad-untuk-forum-diskusi-sains\/embed\/#?secret=0UAFHbfbz7\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;AIPI Kunjungi Untad untuk Forum Diskusi Sains&#8221; &#8212; Universitas Tadulako\" data-secret=\"0UAFHbfbz7\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/untad.ac.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":null,"thumbnail_width":null,"thumbnail_height":null,"description":"Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) melakukan kunjungan akademik ke Universitas Tadulako (Untad), Jumat (4\/12). Kunjungan itu dipimpin langsung oleh Ketua AIPI, Prof Dr Sangkot Marzuki PhD DSc; Ketua Komite Studi Sains 45, Prof Jamaluddin Jompa, dan beberapa ilmuwan muda lainnya. Atas kunjungan itu, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS, Rektor Untad menyampaikan bahwa kedatangan tim AIPI merupakan kebanggaan tersendiri bagi Untad. Kebanggaan itu karena pimpinan, dosen, dan mahasiswa Untad dapat berinteraksi langsung dengan para ilmuwan muda yang tergabung dalam AIPI. Prof Basir Cyio juga menuturkan mengenai perkembangan penelitian di Indonesia. Melalui AIPI, Prof Basir Cyio mengharapkan adanya wadah untuk mengembangkan penelitian. Hal itu penting agar penelitian dapat dilakukan sesuai dengan metode dan mekanisme. \u201cJadi diharapkan antara rencana penelitian dengan persetujuan atas usulan penelitian dapat berjalan sesuai harapan. Terutama berkaitan dengan anggaran penelitian. Jika anggaran penelitian disetujui sesuai usulan, tentu metode dan mekanisme dapat dilakukan dengan baik dan benar,\u201d ujar Prof Basir Cyio. Sementara itu, Ketua AIPI, Prof Dr Sangkot Marzuki menyambut baik pemaparan Rektor Untad. Prof Sangkot Marzuki menuturkan bahwa tim AIPI saat ini telah memiliki roadmap penelitian. Roadmap itu dapat dimanfaatkan oleh ilmuwan agar penelitian dapat berjalan dengan baik, benar, dan tepat. \u201cKami memiliki Komite Sains 45 yang memiliki target untuk 100 tahun Indonesia. Pada usia 100 tahun, ilmu pengetahuan di Indonesia harus berkembang dengan pesat. Tentu, salah satunya melalui berbagai penelitian,\u201d jelas alumni Monash University ini. Tidak lupa, dalam kunjungan itu, Prof Sangkot Marzuki menuturkan kekagumannya terhadap Universitas Tadulako. Kampus Untad, ujar Prof Sangkot Marzuki merupakan kampus yang indah. Keindahan ini, dengan segala sumber dayanya diharapkan dapat menjadi pelecut bagi ilmuwan Untad untuk unjuk diri di skala nasional dan internasional. \u201cIni salah satu kampus terbaik. Ke depan, saya akan kembali mengagendakan diskusi AIPI di kampus ini. Selain ilmuwan muda Indonesia, saya juga akan membawa salah satu ilmuwan dari luar negeri untuk berdiskusi di kampus ini,\u201d ujar peraih penghargaan Order of Australia ini."}