{"version":"1.0","provider_name":"Tadulako University","provider_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en","author_name":"nadira-tik","author_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/","title":"1.000 Mahasiswa Untad Ikuti Kuliah Umum Danrem - Universitas Tadulako","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"Yw3ra9Vkw3\"><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2015\/09\/1-000-mahasiswa-untad-ikuti-kuliah-umum-danrem\/\">1.000 Mahasiswa Untad Ikuti Kuliah Umum Danrem<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2015\/09\/1-000-mahasiswa-untad-ikuti-kuliah-umum-danrem\/embed\/#?secret=Yw3ra9Vkw3\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;1.000 Mahasiswa Untad Ikuti Kuliah Umum Danrem&#8221; &#8212; Universitas Tadulako\" data-secret=\"Yw3ra9Vkw3\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/untad.ac.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":null,"thumbnail_width":null,"thumbnail_height":null,"description":"PALU \u2013 Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel Inf Syaiful Anwar SE, memberikan Kuliah Umum di Universitas Tadulako (Untad). Dalam kuliah umumnya, danrem membahas tentang Proxy War. Lebih dari seribu orang mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), mengikuti kuliah umum tersebut. Danrem mengatakan, pembahasan tersebut merupakan hal yang penting karena menjadi bagian dari bela negara. Dia berharap bagaimana agar generasi muda, utamanya mahasiswa yang merupakan cikal bakal pemimpin masa depan, bisa memiliki wawasan kebangsaan. Ilmu yang didapatkan harus bisa diguanakn untuk mempertahankan negaranya sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. \u201cMereka harus tahu persis bagaimana orang lain berbuat terhadap negara kita sehingga kita mengetahui apa yang harus kita lakukan dalam mempertahankan negara kita,\u201d ungkapnya usai memberikan kuliah umumnya yang dilangsungkan di Auditorium Untad, Selasa (8\/9). Proxy War, menurut Danrem, merupakan peperangan untuk menghancurkan negara lain tanpa dia terlibat langsung dalam peperangan itu. Salah satunya dalam bentuk peredaran narkoba dimana sasarannya merupakan generasi muda. \u201cLihat saja generasi kita sekarang, narkoba, pemarah, anarkis, perkelahian. Ini semua yang menghambat pertumbuhan ekonomi di negara kita. Kita dihambat agar negara kita ini tidak maju,\u201d lanjutnya. Baginya, pemberian pemahaman tentang bela negara itu sendiri merupakan hal yang penting ditanamkan kepada mahasiswa.(hn)"}