April 17, 2021

272 Vaksinasi Tahap Pertama Mulai Di Distribusikan Di Untad

272 Vaksinasi Tahap Pertama Mulai Di Distribusikan Di Untad

Bertempat di Klinik RS Pendidikan Untad, sebanyak 272 vaksin tahap pertama mulai didistribusikan ke civitas akademika Untad pada Rabu (10/03/2021) Pagi. Beberapa diantaranya mulai disuntikan kepada civitas Untad seperti Para Wakil Rektor, Para Dekan, Kepala LPPM dsb yang berkunjung ke Klinik RS Pendidikan Untad.

Untuk menerima vaksin, setiap civitas akademika Untad disarankan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan di wastafel yang sudah disediakan, lalu kemudian mengambil nomor urut, menunggu panggilan, mengisi data, pengecekan tekanan dara dan suhu tubuh, proses skrining, lalu kemudian divaksinasi dan melalui tahap observasi selama 30 menit, untuk kemudian menerima kartu tanda telah divaksinasi.

Dalam kunjungannya untuk memantau, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP selaku Rektor Untad mengucapkan terima kasih kepada Satgas COVID-19, baik pusat maupun Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang telah mengalokasikan vaksin COVID-19 ke Untad meskipun dengan jumlah yang masih terbatas dan bertahap. Oleh karena itu, Prof. Mahfudz tetap memberikan apresiasi yang tinggi dan berharap ada kelanjutan untuk penambahan jumlah vaksin yang dialokasikan untuk Untad.

“Hal ini karena jumlah pegawai di lingkup Untad mencapai 3000-an orang, yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan, baik yang ASN maupun Non ASN. Termasuk juga mahasiswa, menurut saya juga harus menerima vaksin,” Ujar Prof. Mahfudz.

Lanjut beliau, dengan jumlah alokasi vaksin yang masih terbatas, pihaknya pun memutuskan untuk memilih siapa saja yang akan menerima vaksinasi, berdasarkan pertimbangan potensi interaksi dengan orang banyak. Menurutnya, unsur pimpinan di Untad, yang setiap harinya harus berhadapan dan bertemu dengan banyak orang, memiliki potensi kerawanan yang tinggi, sehingga menjadi penerima prioritas untuk di vaskinasi.

Apabila seluruh elemen civitas akademika Untad telah menerima vaksin, maka pengusulan proses perkuliahan secara luring dapat dipertimbangkan nantinya. Selain itu, para civitas yang telah menerima vaksin tetap harus mematuhi protocol kesehatan yakni dengan menerapkan 3M seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Melakukan gerakan 3M merupakan perlindungan kita dari luar, sedangkan vaksinasi adalah upaya memproteksi diri dari dalam sehingga meskipun telah di vaksin, peraturan 3M harus tetap dilaksanakan dengan tertib oleh si penerima vaksin.” Tambah Prof. Mahfudz. AA

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!