Oktober 23, 2021

P3K2 Untad Gelar Sosialisasi Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa Bagi Mahasiswa

P3K2 Untad Gelar Sosialisasi Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa Bagi Mahasiswa

Pembelajaran abad 21 di perguruan tinggi harus mampu mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa serta mampu membangkitkan, menumbuhkan, dan mengembangkan kedua dimensi keterampilan tersebut. Soft skills mahasiswa dapat dikembangkan melalui berbagai program, salah satunya melalui tugas atau program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Oleh karena itu, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk terjun membangun desa melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

Berkenaan dengan hal tersebut, Bidang kemahasiswaan Universitas Tadulako (Untad) melalui Pusat Pembinaan & Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan (P3K2) menggelar Sosialisasi PHP2D bertempat di Ruang Rapat LPPM pada Selasa pagi (2/03). Bertindak sebagai moderator yaitu Koordinator Bidang Kemahasiswaan, Arifuddin, S.Pd, M.Si. dan dihadiri oleh wakil dekan fakultas serta mahasiswa perwakilan lembaga UKM di Untad.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara luring dan daring melalui aplkasi Zoom Meeting dan dibuka langsung oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan, Dr Ir Sagaf MP

 

Dalam sambutannya, Dr Sagaf menjelaskan bahwa Program Holistik Bina Desa (PHBD) adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa peduli Mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

“ Program ini sesuai dengan program nasional Kemdikbud yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka  ( MB KM) sehingga tercapai merdeka kampus, belajar merdeka. Bila kita ikuti program ini kita bisa berkiprah secara luas,bukan cuma lokal tetapi juga nasional” terang Dr Sagaf

Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa seperti yang diketahui bahwa Merdeka belajar tujuannya memberikan kesempatan mahasiswa untuk ikut berpikir melihat dari sistem pembelajaran untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mengembangkan dirinya melalui merdeka belajar sehingga menjadi seseorang yang berkapasitas.

“ Dalam rangka MBKM, melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). kementerian telah menantang kita semua,baik institusi, terutama kepada mahasiswa,baik secara pribadi maupun secara kelembangaan untuk mengembangkan diri. Mahasiswa di kelembagaan diajak untuk membuat proposal menuangkan ide dan pengetahuan yang ia miliki yang diharapkan dapat membantu memecahkan masalah di masyarakat terutama di bidang pembinaan kesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya Program merdeka ini diharapkan mahasiswa mampu menjadi leader di masyarakat” kata Dr Sagaf.

 

Secara teknis, Koordinator P3K2 Untad Dr Vitayanti Fattah SE MM, serta Sekretaris  P3K2, Haliadi, SS.,M.Hum., Ph.D menjelaskan dalam materinya terkait prosedur untuk pengajuan proposal PH2P2D. Dalam materinya disebutkan bahwa program ini difokuskan di daerah tertinggal yang berlokasi kurang lebih 2 jam dari Universitas Tadulako, yakni Kabupaten Sigi dan Ampana serta dapat diikuti oleh semua Unit Kegiatan Mahasiswa dan Lembaga yang berada di Untad yang telah di SK kan oleh rektor Untad.

“ Program ini sangat menarik setara dengan 8 ato 10 sks atau 3-4 mata kuliah dan bagi UKM yang berhasil akan memperoleh pembiayaan sebesar Rp. 40. 000. 000 untuk pelaksanaan program di desa binaan selama 4 bulan” kata Dr Vita Fattah.

Adapun proses seleksi kegiatan ini, terbagi 3 tahap yaitu pertama, tahap seleksi administrasi , penilaian dilakukan untuk memverifikasi kelengkapan dokumen proposal. Kedua, tahap seleksi substansi, penilaian dilakukan untuk menilai isi proposal dengan menggunakan Form Penilaian PHP2D dan terakhir tahap seleksi akhir dimana judul proposal yang lolos seleksi administrasi dan substansi selanjutnya berhak mengikuti seleksi konfirmasi dalam bentuk presentasi proposal secara online.

Mengingat bahwa kompetisi proposal PHP2D ini secara nasional, Dr Vita menganjurkan kepada calon peserta agar proposal yang diajukan dibuat semenarik mungkin proposalnya. Untuk info lebih lanjut, dapat dilihat www. http/php2d.kemdikbud.go. id.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: No Right Klik and Copy!!