Desember 11, 2016

Workshop Pusbang LPPMP, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui E-book di Smartphone dan Tablet.

Workshop pembuatan e-book untuk smartphone dan tablet kepada dosen dan mahasiswa digelar di ruang Conference Room, gedung IT Center Universitas Tadulako (Untad), Senin (02/05). Agenda yang dihadiri 65 orang perwakilan dari setiap fakultas, juga hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Pengawasan, Prof Andi Lagaligo Amar MSc Ph.D.

Dr H Mustamin MSi selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini akan diaplikasikan pada sistem belajar setiap hari kuliah. Dosen hingga mahasiswa akan berperan di dalamnya. Sehingga tidak lagi menunda waktu belajar untuk menyelesaikan studi.

“E-book ini sangat membantu mahasiswa dan dosen. Dengan adanya e-book ini siapa saja bisa belajar, tanpa harus membaca buku teks, dan akhirnya bisa menyelesaikan studi dengan mudah,” ujarnya.

Dalam sambutannya Warek Canwas dalam sambutannya mengatakan, pengelolaan e-book ini ditujukan untuk mampu memberi warna lebih pada Untad sebagai salah satu institutusi terbaik di Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah mahasiswa sebanyak 38.986 orang.

Output ini merupakan peluang mengangkat nilai akreditasi universitas. Kita tidak bisa pungkiri media online ini sangat memengaruhi dalam penilaian tentang salah satu perguruan tinggi. Dalam makna-makan pelayanan pendidikannya, pelayanan penelitiannya, dan pelayanan pengabdiannya. Pengembangana kurikulum disini yaitu dalam tahap pembelajaran yang bisa terkontrol dengan baik pula,”  ujar Prof Andi.

Lebih lanjut menurutnya, kegiatan workshop yang diselenggarakan Pusat Pengembangan (Pusbang) Lembaga Penilaian dan Penjamin Mutu Pendidikan (LPPMP) ini dapat menyokong naiknya nilai pendidikan, dengan mengembangkan teknologi digital yang sering digunakan sehari-hari sebagai media pembelajaran. Hal ini juga dapat meningkatkan pelayanan belajar mengajar pada setiap fakultas.

“Melalui event ini, bisa menghasilkan output bukan hanya skill atau keterampilan. Tapi juga dihasilkan berupa buku online yang tersaji. Jika hal ini terlaksana tentu saja kita ingin terpelihara. Jika ini dikembangkan maka mahasiswa kita juga tidak terikat pada buku teks, tetapi dimana saja mereka bisa melihat pelajaran, dengan mempelajari tanpa harus membawa buku karena sudah memiliki smartphone yang juga mempermudah para mahasiswa nantinya,” ungkap guru besar Fapetkan ini.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *