Desember 08, 2016

Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal 3,01

Warek Bima : Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Harus Memiliki IPK Minimal  3,01

Dalam dunia kampus, lembaga kemahasiswaan memiliki peran yang amat besar dalam pengembangan Soft Skill seorang mahasiswa misalnya melatih kemampuan penalaran dan keilmuan, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, melatih sikap kesetiakawanan dan belajar peduli terhadap lingkungan sosial dan alam.

Menaggapi hal tersebut, Wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr H Djayani Nurdin SE MSi saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu menyebutkan sejauh ini lembaga kemahasiswaan Untad sudah berjalan dengan baik meskipun masih membutuhkan pembenahan-pembenahan.

“Saya melihat lembaga kemahasiswaan di Untad dalam periode kepengurusan ini sudah baik, meskipun masih membutuhkan pembenahan dalam beberapa aspek. Dan peralihan kepengurusan ini sangat bagus karna melatih mahasiswa untuk bekerja pada periode yang telah ditentukan.” Ujarnya.

Prof Djayani berencana akan mengadakan workshop untuk lembaga kemahasiswaan masih banyak yang belum memahami permasalahan surat meyurat maupun proposal kegiatan program kerja yang dibuat lembaga kemahasiswaan.

“Untuk periode kepengurusan selanjutnya saya berencana mengadakan workshop karena saya melihat masih banyak lembaga yang belum paham mekanisme surat menyurat, proposal yang mereka ajukan tidak relevan dengan lembaga yang mereka ikuti jadi di workshop itu kita akan membuat singkronisasi,” ungkap guru besar fakultas ekonomi ini.

Selain itu, untuk menepis pandangan bahwa jika berorganisasi terhambat dalam menyelesaikan studi Prof Djayani menginginkan ketua-ketua lembaga memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,01.

“Kedepan saya meninginkan ketua-ketua lembaga selain dia sebagai tokoh organisasi juga harus memiliki IPK minimal 3,01. Mengapa demikian, karena saya selaku pembina kemahasiswaan tidak menginginkan ada mahasiswaa yang pernah menjadi tokoh dalam organisasi tidak mampu menyelesaikan studi dalam waktu yang telah ditentukan,” jelas Prof Djayani.

Dosen fakultas ekonomi ini juga mengungkapkan jika para tokoh lembaga kemahasiswaan memiliki IPK 3,01 maka dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu dan mampu memipin organisasi dengan lebih baik, sehingga tercipta korelasi positif dengan IPK yang baik dengan keberhasilan dalam studi.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *