Desember 09, 2016

Warek Bima Ingatkan Mahasiswa Waspadai Paham-Paham Radikalisme

Warek Bima Ingatkan Mahasiswa Waspadai Paham-Paham Radikalisme

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad, Prof. Djayani Nurdin, SE. M.Si. mengatakan, akan mengantisipasi masuknya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) atau pun paham-paham radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila di kampus.

Prof. Djayani menuturkan, antisipasi tersebut dilakungan dengan cara mengadakan Lokakarya kepada seluruh lembaga kemahasiswaan bersama semua wakil dekan bidang kemahasiswaan dan para pembina lembaga kemahasiswaan.

“Saat ini lembaga kemahasiswaan sedang dalam Kongres, rencana awal Februari mendatang, saya akan melakukan lokakarya mengundang semua lembaga kemahasiswaan untuk menyampaikan tentang Gafatar atau pun paham-paham radikal, ,” ungkapnya, saat ditemui, Sabtu (16/01).

Selain itu ia mengatakan, jika nantinya melihat gerak gerik mencurigakan oleh salah satu mahasiswa yang cenderung menganut paham yang menyesaatkan, ia berharap agar segera melaporkan kepada wadek atau warek kemahasiswaan.

“Pastinya akan ada proses perekrutan anggota dari mereka, jika ditemukan di kampus Untad, segera laporkan, kami akan segera tindak lanjuti melalui penyelidikan bersama kepolisian,”ungkapnya.

Jika hal tersebut ditemukan, maka akan melakukan pembinaan dan memanggil orang tua mahasiswa bersangkutan, disamping dalam menyelidikan kepolisian sebagai institusi berwenang.

“Kami berharap mahasiswa Untad tidak bergabung di Gafatar, semoga mereka mampu melihat hal-hal yang berbau kesesatan yang bisa merugikan diri sendiri,”ungkapnya.

Gerakan Fajar Nusantara merupakan organisasi yang mengklaim bergerak di bidang sosial dan budaya. Deklarasi Gafatar dilaksanakan pada Sabtu 21 Januari 2012 di gedung JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Gerakan ini memiliki wadah dalam situs Gafatar.org. Situs yang terdaftar sejak 2011 masih berlaku hingga Oktober 2016. Visi, misi, tujuan dan program kerja organisasi kemasyarakatan ini sama sekali tak menyebutkan nama satu agama.

Dalam dasar pemikiran Gafatar dituliskan bahwa bangsa Indonesia disebut belum merdeka seutuhnya dari sistem penjajahan neokolonialis dan neoimperialis.

Bukan hanya Gafatar, Prof. Djayani juga berharap agar para mahasiswa cerdas dalam melihat oragnisasi dan paham-paham radikalisme yang masuk melalui kampus.

“Didalam lokakarya, nanti akan diberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana cara mengantisipasi gerakan-gerakan radikalisme, terorisme seperti ISIS,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *