Desember 06, 2016

UPT. Herbarium

Pada tahun 1999 telah didirikan sebuah herbarium di Universitas Tadulako Palu dengan nama Herbarium Celebense (CEB) yang sebelumnya bernama Herbarium Universitas Tadulako. Tahun 2001, Herbarium ini dikembangkan melalui dukungan proyek STORMA (Stability of Rain Forest Margin) sebuah proyek penelitian kerjasama antara 4 universitas, yaitu Universitas Göttingen dan Kassel University (dari Jerman), serta Universitas Tadulako dan Institut Pertanian Bogor dari Indonesia. Pendirian dan pengembangan lembaga ini telah melibatkan dan dukungan  dari beberapa ahli sistimatik botani seperti: Prof. S. Robert Gradstein (Department of Systematic Botany, Gõttingen, Germany), Dr. Paul J.A. Keßler (Nationaal Herbarium Nederland, Universiteit Leiden, Nederlands), Dr. Johanis P. Mogea, LIPI-Indonesia), Prof. Dr. Edi Guhardja, M.Sc.

Selama perkembangannya CEB juga menjalin kerjasama dengan beberapa herbarium baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Herbarium Bogoriense (BO), Herbarium Biotrop (BIOT), Herbarium Göttingen (GOET), National Herbarium of the Netherlands di Leiden (L), Herbarium Wanariset (WAN), Herbarium Universitas Andalas (ANDA) dan National Herbarium of Australia di Canberra. Kehadiran herbarium ini di kawasan Sulawesi sangat penting untuk mempelajari dan mengkoleksi seluruh spesimen tumbuhan dari Indonesia, khususnya flora Wallacea.

Pada tahun 2002 Herbarium Celebense telah terdaftar secara resmi dalam International Index Herbariorum (New York) dengan akronim CEB. Pada saat ini CEB telah aktif melakukan koleksi botani dan menyimpan lebih dari 12.000 spesimen tumbuhan Sulawesi yang didatabasekan dalam BRAHM SYSTEM. Di antara koleksi terdapat juga “Specimen Type” yang pertama sekali di deskripsi dari Sulawesi (jenis baru). Kebanyakan spesimen herbarium tersebut terdiri atas tumbuhan tingkat tinggi (spermatophyta) yang tergolong ke dalam dikotiledon seperti pohon dan Monokotiledon (rotan, anggrek, dan rumput) serta beberapa merupakan tumbuhan tingkat rendah yang terdiri dari  paku-pakuan dan lumut, artifak etnobotani dan koleksi karpologi.

Pada awal tahun 2008, Herbarium Celebense (CEB) telah menjadi bagian dari Jurusan-Prodi Biologi FMIPA Untad sebagai Laboratorium Ekotaksonomi Tumbuhan yang berada pada Jurusan-Prodi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Pada tanggal 21 November 2012 berkenaan dengan telah ditetapkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 Tahun 2012 tentang Organisasi, dan Tata Kerja Universitas Tadulako, didirikan UPT Sumber Daya Hayati Sulawesi yang menaungi Herbarium Celebense (CEB), dimana di dalamnya mencakup tentang pelestarian keanekaragaman flora dan fauna serta konservasi di Sulawesi.

Website:http://herbarium.untad.ac.id