Desember 05, 2016

Untad Masuk 50 Besar dari 401 PT di Indonesia yang Disurvei 4ICU

Untad Masuk 50 Besar dari 401 PT di Indonesia yang Disurvei 4ICU

Lembaga pemeringkat laman terkemuka, 4International Colleges & Universities atau 4ICU merilis survei terbaru terhadap performa perguruan tinggi di dunia dalam lamannya 4icu.org. Tidak terkecuali, performa perguruan tinggi di Indonesia juga disurvei oleh 4ICU Hasilnya, Universitas Tadulako (Untad) naik 18 peringkat dari posisi 68 pada Agustus 2015 ke posisi 50 pada Januari 2016 ini.

Hasil itu terlihat langsung dalam tampilan laman 4ICU yang baru dirilis. Berada di posisi 50 besar tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Untad dan keluarga besar Untad, termasuk para alumninya. Apalagi, Untad dalam pantauan 4icu.org terus mengalami tren kenaikan. Sebelumnya, pada 2014, Untad berada di peringkat 94 setelah setahun sebelumnya (2013) masih berada di posisi 116.

Atas hasil itu, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir Cyio, SE. MS., saat dihubungi mengungkapkan kesyukurannya. Hasil yang diraih dalam 4ICU itu, ujar Prof. Basir Cyio, merupakan buah dari kerja keras yang dilandasi kebersamaan oleh segenap civitas akademika Untad. Prof. Basir Cyio juga menyampaikan bahwa kebersamaan yang telah terjalin itu harus tetap terjaga.

Hal itu tentu saja merupakan modal utama untuk terus bekerja keras demi membangun Untad sehingga dapat membawa Untad ke arah yang lebih baik lagi. Ketika ditanya masih adanya oknum yang kadang memandang “sinis” terhadap suatu kemajuan yang dicapai Untad, Rektor menyampaikan pandangannya secara sederhana. “Jangan pikirkan pujian tapi pikirkan apa yang bisa membawa Universitas Tadulako semakin baik di mata orang”, bukan di mata “oknum”. Menurut Prof Basir Cyio , hidup itu selalu diitari oleh tiga katagori manusia, yakni mereka yang pesimis, fragmatis, dan futuris. Dalam konteks itu, kita jangan menyalahkan mereka yang pesimis bahkan sinis dan fragmatis, tetapi kita harus memikirkan kebaikan dan kebajikan institusi karena dari institusi ini akan lahir generasi penerus bangsa, tandasnya.

Pandangan sinis itu, lanjut Prof Basir, harus ditanggapi dengan positif dibarengi dengan kerja keras. “Itulah sifat manusia. Yang jelas, kritik itu harus tetap kita maknai positif sebagai pelecut untuk terus berbuat demi kemajuan kampus yang kita cintai ini. Namun saya yakin tidak ada di antara kita yang sinis atau pesimis. Itu mungkin hanya sekadar anggapan saja. Malah kita harus tetap menjaga kebersamaan untuk bersama-sama memajukan institusi tercinta ini,” jelas Prof Basir Cyio.

Dalam rilis 4icu.org itu, disurvei 401 perguruan tinggi se-Indonesia. Peringkat Untad dalam rilis pada Januari ini menempati posisi di atas Universitas Negeri Padang (53), Universitas Negeri Surabaya (58), Universitas Nusa Cendana (63), Universitas Mulawarman (65), Universitas Negeri Jakarta (66), Universitas Negeri Makassar (73), Universitas Haluoleo (81), Universitas Sultan Agung Tirtayasa (83), Universitas Lambung Mangkurat (103), Universitas Negeri Gorontalo (104), Universitas Mataram (106), Universitas Negeri Manado (120), Universitas Palangkaraya (142), dan banyak perguruan tinggi lain, baik yang seusia maupun yang lebih tua dari Untad.  (tq)

Related posts

2 Comments

  1. amir makmur

    Saya berpendapat bahwa Untad dengan segala kekurangan dan keterbatasannya pasti bisa menjadi sosok perguruan tingggi sama dengan perguruan tinggi yamg sekarang sudah menjadi nomor satu di indonesia

    Reply
    1. admin

      Amiin. Terima Kasih atas pendapat positifnya. Semoga Untad bisa menjadi perguruan tinggi terbaik di indonesia khususnya di wilayah sulawesi tengah

      Reply

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *