Universal Peace Federation (UPF) Isi Seminar Tentang Pendidikan Karakter Di Untad

Universal Peace Federation (UPF) Isi Seminar Tentang Pendidikan Karakter Di Untad

Universal Peace Federation (UPF) bekerjasama dengan komunitas anakUntad menggelar seminar Internasional yang bertema “Pendidikan Karakter,membangun keluarga harmonis tanggung jawab kita bersama” pada selasa pagi (06/12). Bertempat di Theatre Room Universitas Tadulako (Untad) acara ini dibuka oleh wakil rektor bidang  perencanaan dan pengawasan, Prof. Ir.Andi Lagaligo,M.Sc, Ph.D dan hadiri oleh mahasiswa dari berbagai jurusan.

Hadir sebagai pembicara, Alfred Forno, selaku sekretaris Jenderal  UPF Indonesia dan Ursula McLackland sekretaris Jenderal UPF Asia. Dalam pemaparannya Alfred menjelaskan bahwa UPF adalah  Organisasi internasional Non-Pemerintahan yang memiliki Status Konsultatif Istimewa dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Sosial dan Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan merupakan jaringan kerjasama global antar individu dan organisasi yang mendedikasikan diri untuk membangun dunia yang damai. UPF didirikan oleh  Sun Myoong Moon dari Korea tahun 2005. Dalam perjalanannya, UPF telah berdiri di 194 negara di seluruh negara dan berfokus pada pendidikan karakter guna mewujudkan perdamaian dunia.

“ Selama ini pendidikan hanya berfokus untuk jadi pintar bukan untuk menjadi lebih baik , Banyak orang pintar tapi korupsi dimana-mana,hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang selama ini belum mampu membentuk karakter anak bangsa sehingga UPF ingin mengambil peran untuk mengangkat masalah ini” terang Alfred. Lebih lanjut Alfred menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan UPF diantaranya  dalam  kegiatan interfaith untuk membangun harmonisasi antar pemuluk agama dan pemahaman budaya yang merupakan jati diri luhur bangsa kepada para pemuda

Ursula McLackland dalam  presentasinya menegaskan bahwa  perdamaian seutuhnya yang paling penting harus dimulai dari diri individu dan diajarkan dalam kehidupan keluarga.

Basic society is family, Setiap individu yang nantinya akan membangun keluarga harus memahami bahwa kelak mereka akan membangun generasi yang akan menjadi agen perdamaian di dunia, untuk itu setiap individu harus memiliki karakter yang baik (good character), yang sejalan antara body (fisik) dan mind (pikiran) serta menumbuhkan cinta dan hubungan yang harmonis di antara sesama keluarga” jelas Ursula

Oleh sebab itu Ursula mengajak para pemuda untuk lebih peka terhadap masalah sosial dan mempersiapkan diri menuju kehidupan berkeluarga melalui perkawinan yang baik berdasarkan kemurnian cinta sejati, menjauhi nilai-nilai moral yang merusak yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia, termasuk tidak mempraktekkan seks bebas pra nikah.

Penulis : Riska Fitrah Sari – Humas Untad

Dokumentasi : Arba Arief – Web Design/Admin Sosmed Untad

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *