Desember 09, 2016

Training Of Trainer (TOT)

Training Of Trainer (TOT) merupakan lanjutan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Untad 2014 jika pada tanggal 03 Mei 2014 lalu telah disosialisasikan mengenai PKM maka kali ini yang mendapatkan arahan adalah para Dosen Pembimbing untuk kelompok-kelompok mahasiswa yang mengikuti program PKM. Dengan TOT diharapkan dapat memberikan arahan, proses untuk membimbing mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa. Melalui TOT juga, pembimbing diharapkan bisa mendorong, mengajak dan mengarahkan dalam pengembangan kreativitas mahasiswa. Para Dosen pembimbing dapat mendorong baik kualitas maupun kuantitas dalam program kegiatan mahasiswa.

Peserta dalam kegiatan ini ialah Dosen-dosen dari seluruh Fakulatas di Lingkungan Universitas Tadulako. Setiap Fakultas diiukuti oleh 20 Orang Dosen dari 10 fakultas maka berjumlah 200 Orang Dosen pembimbing. Pelatihan yang berlangsung pada hari Kamis, (14/05/14) bertempat di gedung Research Center dibuka oleh Wakil Rektor Bidak yaitu Bapak Prof.H. Hasan Basri, MA., Ph.D.

Materi yang diberikan yakni berdasarkan dari 7 skim PKM yang telah ditetapkan antara lain, PKM Penelitian, Kewirausahaan, Pengabdian Kepada Maaaaasyarakat, Teknologi, Karsacipta, Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis. Dari 7 skim PKM tersebut dihadirkan beberapa nara sumber seperti, Prof.Dr.Ir. Mappiratu, M.Si., Prof. Kander Manurung, DEA., Ph.D., kemudian juga Dr. Unggul Wahyono, M.Si., Ir.Burhanuddin Nasir, MP., Dr.Ir.Jusri Nilawati, M.Sc., Ir. Hasriyanti, M.Si serta Yuli Asmi Rahman, ST., M.Eng.

“Saya berharap, mahasiswa yang mengajukan proposal ke Dikti yang selanjutnya dapat dipublikasikan untuk masa depan meraka sehingga dengan pengembangan penelitian mereka, sehingga dapat memperoleh lapangan pekerjaan yang semakin luas, bukan semata-mata menjadi PNS. Dengan kemampuan dan keterampilan mereka miliki,” harapan yang disampaikan oleh Warek Bidak dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan, “dengan bimbingan dan arahan dari para Dosen pembimbing diharapkan mahasiswa dapat lebih terarah dalam pengembangan kreativitas yang akan mereka lakukan sehingga mereka dapat termotivasi untuk pengembangan diri. Kemudian output yang diharapkan sedapat mungkin bisa menghasilkan proposal yang memenangkan persaingan di Dikti. Dari proposal mahasiswa tersebut diharapkan agar ada yang dapat diterbitkan dalam artikel ilmiah dalam jurnal Nasional maupun Internasional.” YL

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *