Seri Keenam One Asia Foundation, Panitia Hadirkan Pembicara dari Jepang

Seri Keenam One Asia Foundation, Panitia Hadirkan Pembicara dari Jepang
Photo Credit To Kuliah Umum Seri Keenam Program One Asia Foundation Untad (Foto Taqyuddin Bakri)

General Lecture Series Program One Asia Foundation memasuki kuliah umum seri keenam. Dilaksanakan pada Senin (19/12), di Conference Room, Gedung IT Center Untad, seri keenam ini menghadirkan pembicara dari Jepang, Prof Masanori Yoshida PhD. Pembicara dari Jepang ini juga didampingi oleh Muh Mufti, yang merupakan penerjemah dan berstatus sebagai mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Dalam kuliah umum itu, Prof Masanori mengemukakan topik Cross-cultural Marriage in The Global Age. Budaya perkawinan dalam lingkup global itu, ujar Prof Massanori, saat ini merupakan hal yang lumrah. Apalagi, dengan semakin terbukanya tingkat penerimaan di masing-masing negara.

Berkenaan dengan itu, ditinjau dari aspek sosioantropologi, perkawinan “antarbangsa” itu harus dimaknai sebagai kultur baru dalam konteks global. Dalam kesempatan itu, peneliti antropologi itu memberikan contoh tingkat penerimaan wanita Jepang terhadap laki-laki yang berbeda budaya, bahkan lintas negara.

“Ini merupakan contoh bahwa budaya dapat menyatukan sekat lintas negara. Dalam konteks komunitas Asia, hal ini harus dipahami untuk dijadikan sebagai landasan berpikir dalam memahami masyarakat multikultur,” jelas Prof Massanori.

Sementara itu, Project Coordinator One Asia Foundation Universitas Tadulako (Untad), Dr Lukman Nadjamuddin MHum menyampaikan bahwa materi Prof Massanori ini memiliki keterkaitan dengan keberagaman dalam komunitas Asia.

“Materi yang akan disampaikan tadi, tentu memiliki nilai kebermaknaan yang relevan dengan kondisi saat ini, dan cara menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu, peserta diharapkan dapat terus menjaga semangat dan merekam setiap wawasan keilmuan yang disampaikan oleh setiap pemateri,” jelas Dr Lukman yang juga merupakan Dekan FKIP Untad usai kegiatan.

Tidak lupa, Dr Lukman juga menyampaikan bahwa panitia terus melakukan penilaian kepada setiap peserta. Akumulasi penilaian dari setiap seri perkuliahan itu akan menjadi acuan bagi panitia dalam memberikan beasiswa bagi lima peserta terbaik.

“Sesuai dengan pernyataan yang saya sampaikan di awal pertemuan lalu, Presiden One Asia Foundation akan memberikan beasiswa bagi lima peserta terbaik. Berkenaan dengan itu, kewajiban kami dari panitia untuk melakukan penilaian secara objektif dan terukur,” kata Dr Lukman.

Dr Lukman juga menyampaikan bahwa seri ketujuh General Lecture akan dilaksanakan pada pekan kedua Januari 2017 nanti. Topik pada seri ketujuh nanti adalah Work Culture to Strengthening Asia yang akan disampaikan oleh Dianni Risda Med, akademisi dari UPI Bandung. (tq)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *