Desember 09, 2016

REKTOR SURVEI TINGKAT PENERIMAAN PEGAWAI DAN STAF TERHADAP CALON KEPALA BUK UNTAD

REKTOR SURVEI TINGKAT PENERIMAAN PEGAWAI DAN STAF TERHADAP CALON KEPALA BUK UNTAD

Karakteristik seorang calon pemimpin dapat diukur dengan berbagai aspek. Salah satunya adalah tingkat penerimaan (acceptance) para pegawai dan staf terhadap calon pimpinannya itu. menyadari pentingnya aspek itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS., melakukan survei tingkat penerimaan (acceptance) terhadap calon Kepala Biro Umum dan Keuangan (BUK) Eselon Iia Untad.

Survei yang dilaksanakan pada Jumat (18/9) di Conference Hall IT Center Untad itu dihadiri 70 orang responden yang merupakan pegawai dan staf dalam lingkungan BUK Untad. Jumlah responden itu merupakan pegawai yang datang sesuai dengan jadwal undangan dari Rektor Untad melalui Kasubbag masing-masing.

Prof Basir menyampaikan bahwa survei itu dilakukan untuk mengukur tingkat penerimaan pegawai dan staf BUK terhadap calon Kepala BUK.  Meskipun begitu, jelas Prof Basir, hasil survei internal itu bukan menjadi satu-satunya tolak ukur dalam menentukan Kepala BUK Untad. Hal itu karena para calon Kepala BUK akan melewati berbagai tahapan seleksi, di antaranya TOEFL, Tes Kompetensi, Tes Psikologi, dan Tes Wawancara oleh Tim Seleksi. “Sehingga akan didapatkan Kepala BUK yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kompetensi sosial yang baik. Nah, melalui survei ini, setidaknya kompetensi sosial itu dapat diukur,” jelas Prof Basir.

Rektor juga menyampaikan bahwa terdapat 11 nama dari internal Untad yang memenuhi persyaratan sebagai calon Kepala BUK, yaitu Ahmad Ridwan SE MM, Arsyad SH, Dra Dewimas Pasewara, Drs I Gede Surata MSi, Mustang SE, Drs Reiner MSi,, Saadiah SE MSi, Saifuddin SH MH, Dra Sirikit A Pusadan, Drs Sukran MSi, dan Yosep Ola SH MSi. “Itu adalah 11 nama dari internal Untad. Sesuai aturan, kami juga membuka kesempatan dari pihak luar yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar dan akan diseleksi secara profesional, karena semua itu merupakan tahapan dari lelang jabatan,” ujar Prof Basir.

Lebih lanjut, 70 orang responden diminta oleh Prof Basir untuk memilih dan menuliskan tiga orang nama dari 11 calon itu. Selanjutnya, masih di kertas yang sama, responden diminta kembali menuliskan salah satu dari tiga nama yang telah dituliskan. Usai menuliskan nama calon, responden diminta untuk meninggalkan kertas survei dengan posisi terbalik di tempat masing-masing.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *