Desember 11, 2016

Rapatkan Barisan Demi Perbaikan Pelaksanaan Ujian Nasioanl (UN) Tahun 2014

wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Universitas Prof.Ir.Zainuddin, Ph.D. memimpin Rapat Persiapan Ujian Nasional 2014

Masih teringat jelas dibenak  kita, peristiwa  Ujian Nasional (UN) tahun 2013 silam yang cukup membuat dunia pendidikan tercengang akibat carut marutnya pelaksanaan Ujian Nasional yang menampar wajah Indonesia. Berangkat dari hal tersebut dan beberapa hal untuk mempersiapkan kemantapan bersama, tepat pada Rabu, (22/1) Universitas Tadulako yang diamanahkan sebagai pengawas UN merapatkan barisan guna mempersiapkan UN sebaik mungkin, bertempat di Ruang Senat Rektorat pukul 10.00 Wita.

         Rapat UN dipimpin langsung oleh wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Universitas Prof.Ir.Zainuddin, Ph.D. Ada tiga garis besar yang menjadi pembicaraan pertemuan ini yakni: Persiapan UN, Sejumlah catatan evaluasi UN 2013, dan pemaparan materi Sosialisasi UN 2014. Sebelum memaparkan penjelasannya dan melakukan pembahasan tentang persiapan UN, Prof. Zainuddin mengingatkan dengan tegas untuk memegang prinsip bersama dalam melakukan pengawasan UN ke depan “Perlu kita ingat, yang menjadi catatan kita bersama adalah, kelebihan ataupun kekurangan dalam pelaksanaan UN nantinya sampaikan kepada saya agar tidak ada kekurangan soal di daerah-daerah yang lain khususnya daerah-daerah yang masih susah untuk dijangkau,” jelas Prof. Zainuddin.

        Khusus tahun 2014 ini, UNTAD tidak lagi memiliki tanggung jawab sebagai pelaksana Ujian Nasional, namun beralih menjadi  pengawas UN, pekerjaan tentunya menjadi lebih ringan akan tetapi yang menjadi catatan adalah bagaimana caranya menjaga dan mengawasi agar tidak terjadi kebocoran soal, sebab pandangan mata akan fokus tertuju pada pengawas langsung. Beberapa catatan-catatan evaluasi penting juga menjadi perbincangan hangat yakni banyaknya kendala-kendala terkait pelaksanaan UN di tahun 2013 lalu. Catatan penting mengenai jumlah soal  UN, distribusi soal, percetakan soal, masalah paket C, sampai pada menyikapi pembiayaan anggaran UN di setiap Kabupaten.

          “Saya sangat yakin dari kejadian kemarin menjadi pembelajaran tahun ini untuk menjadi lebih baik, dan tentunya akan menjadi lebih ketat pengawasannya” ujar Prof. Zainuddin menegaskan kembali panitia peserta rapat. Ia menambahkan untuk mengontrol sebaik mungkin pengawasan UN tahun ini terutama dibagian percetakan soal “pengawasan di percetakan sudah harus diperketat, kemudian pelabelan soal harus dikontrol sebaik mungkin untuk menimalisir kelalaian tahun 2013 lalu. Karena tentunya ini menjadi perbaikan utama kita,” jelasnya. Dengan mematangkan persiapan dan mempercepat langkah ini, Prof. Zainuddin meyakini kesuksesan untuk pelaksanaan UN tahun ini akan jauh lebih baik dari tahun 2013 kemarin.

           Setelah membicarakan sejumlah catatan penting UN, rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi  Sosialisasi UN 2013/2014, yang disampaikan langsung oleh Drs. Abdul Kadir Fattah, M.Si. Tujuan Ujian Nasional yaitu Untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara Nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Beliau menyampaikan bahwa tugas panitia Untad di tahun ini mengalami bebrapa perubahan beberapa aspek. Untuk perguruan tinggi Untad kini tidak lagi bertindak sebagai pelaksana UN, tapi sudah menjadi lebih ringan sebagai pengawas. Kemudian pengawas satuan pendidikan bukan lagi dosen, pemerhati pendidikan dan mahasiswa. Tapi hanya dosen yang ditetapkan oleh  PT. dan untuk penyelenggaraan juga berbeda yaitu diperluas bersama-sama dengan dinas pendidikan provinsi, kantor wilayah kementrian agama, Perguruan tinggi, LPMP, dan instansi  tingkat provinsi yang  terkait dengan pendidikan keahlian. (Hsd)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *