Desember 11, 2016

Prodi Kesmas Untad Diusulkan Jadi Fakultas

 

HERMAWAN NUR
Nurdin Rahman

PALU – Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Tadulako (Untad) diusulkan untuk berdiri sendiri menjadi sebuah fakultas. Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Pembentukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untad, Dr Nurdin Rahman MSi saat ditemui Rabu (18/3).

“Kita tinggal menunggu pengajuan Naskah Akademik Proposal FKM, Rencana Strategis FKM dan Rencana Induk Pengembangan (RIP) FKM. Sebenarnya kita mengusulkan untuk dibuka tahun ini. Karena di pemerintahan pusat sekarang nomenklatur baru, jadi kita menunggu saja dulu. Kami berharap paling lambat tahun 2016 sudah bisa dibuka,” ungkap bapak yang juga merupakan tenaga pengajar pada Prodi Kesmas.

Kurangnya tenaga kesehatan yang profesional menjadi salah satu alasan untuk menjadikan Prodi ini berdiri sendiri menjadi sebuah fakultas. “Tenaga kesehatan yang ada sekarang memiliki beban ganda dimana belum teratasi sepenuhnya penyakit menular, ada lagi penyakit degenerative seperti jantung contohnya yang diakibatkan karena pola makan yang tidak benar. Memang tidak menular tapi ini merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Kebutuhan tenaga kesehatan itu tidak hanya dokter atau bidan saja, tapi juga tenaga kesehatan yang lainnya. Seperti hasil survey yang dilakukan pada than 2014, diketahui di Kota Palu saja kita masih kekurangan 54 persen tenaga Analis Kesehatan, kekrangan 30,8 persen sanitarian, dan 30,2 persen  tenaga ahli gizi. Begitu pula dengan hasil survey sisa harapan hidup masyarakat Sulteng yang masih dibawah rata-rata,” lanjutnya.

Nurdin berharap dengan berubahnya Prodi Kesmas menjadi FKM bisa menjawab berbagai persoalan penyakit sebelum terjadinya. Dalam FKM sendiri nantinya akan dibuka 5 jurusan, yakni Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Epidemiologi, Promosi Kesehatan dan Gizi Masyarakat. “SDM tenaga pengajar dan juga fasilitas yang ada pada prodi ini sudah cukup memadai untuk berdiri sebagai fakultas sendiri,” tambah Nurdin.

Prodi yang dibentuk pada 30 Desember 2008 ini awal berdirinya berada dalam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Baru pada 2011, prodi ini keluar dari FMIPA dan bergabung dalam FKIK yang baru dibentuk. Sejak didirikan Prodi ini telah menghasilkan lulusan sebanyak 148 orang. Sementara untuk jumlah mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan pada Prodi tersebut saat ini lebih dari 360 orang.

Saat ini, pada Prodi Kesmas juga memiliki 20 orang dosen dimana 2 orang diantaranya sudah bergelar Doktor. Sedangkan untuk pengembangan akademik, setiap semesternya Prodi ini juga mendatangkan minimal 3 orang dosen pakar dan guru besar dari perguruan tinggi Pembina yakni Unhas dan UGM.

Dengan SDM tenaga pengajar tersebut, ditambah dengan fasilitas yang sudah memadai, Nurdin mengatakan Prodi Kesmas siap menjadi FKM. “Kurikulum juga sudah kami susun. Semuanya ada dalam Naskaha Akademik dan RIP. Setelah naskaha akademik diserahkan kepada Rektor, kita tinggal menunggu dari kementerian,” lanjutnya.

Penyerahan Naskah Akademik rencana pembentukan FKM tersebut dilakukan di penghujung kegiatan Peresmian Pembukaan Kelas Non Reguler sekaligus Syukuran Kesmas dapat Akreditasi B yang dilangsungkan di Media Center beberapa waktu lalu.(hn)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *