Desember 08, 2016

Menerapkan Visi Untad melalui IbM

Visi universitas Tadulako adalah “Pada tahun 2020 Universitas Tadulako unggul dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan pendidikan dan penelitian”. Berkaitan dengan hal itu, beberapa dosen dan mahasiswa pada Fakultas Teknik bekerjasama dengan  Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) mengadakan kegiatan pengabdian IbM (Ipteks bagi Masyarakat).

Menurut keterangan Baso Mukhlis ketua panitia kegiatan, Daerah  Bora dan Watunonju ini dipilih karena daerah ini adalah salah satu daerah rawan konflik maka dari itu kami ingin memberdayakan masyarakat desa ini terutama remaja agar bisa meredam konflik  yang terjadi antara kedua desa ini dengan cara mengumpulkan remaja dalam sebuah pelatihan yang bertujuan memberantas buta Internet dan menimbulkan jiwa sosial.

Lebih lanjut beliau menambahkan, “yang menjadi tempat pelatihan adalah Mts Alkhairat Watunonju dan Mts Alkhairat Bora. kami berpikir kedua Desa ini merupakan bagian dari Kabupaten yang baru mekar dan tanpa menutup kemungkinan para pegawai yang akan masuk ke daerah ini bukan masyarakat asli daerah ini dan menjadi penonton”.

Kegiatan yang diadakan Sekitar  sebelas kali pertemuan, kali ini di bagi menjadi dua kegiatan yaitu IbM (Ipteks bagi Masyarakat) pelatihan multimedia pembelajaran interaktif pada kelompok remaja putus sekolah daerah rawan konflik yaitu pelatihan komputer dan pelatihan instalasi listrik dan IbM (Ipteks bagi Masyarakat) pelatihan multimedia pembelajaran interaktif pada Guru yaitu pelatihan Interaktif, visualization, animation dan edutainment.

Hadija kepala sekolah MTs Bora menerangkan selain mengapresiasi kegiatan tersebut, kegiatan ini sangat membantu kami para guru untuk menerapkan kurikulum 2013 yang mana media pembelajaran dituntut untuk menggunakan IT. Lebih lanjut  beliau menaruh harapan dengan adanya kegiatan ini dapat membantu tim pengajar yang ada di Desa ini dalam mengajarkan teknologi kepada muridnya nanti, dan intinya dengan kegiatan ini dapat menjalin silaturahmi antar dua desa ini.

Afiat mewakili remaja dari desa watunonju mengatakan “kegiatan ini sangat bermanfaat bagi remaja masa kini khususnya di desa kami yang mana remaja belum tahu teknologi, apalagi seperti daerah kami  adalah daerah konflik dengan kegiatan seperti ini dapat menyatukan pemuda dan menjalin kerjasama antar pemuda di Desa Bora dan Desa Watunonju.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *