Jurusan Managemen FEKON Hadirkan Investor Asal India Dalam Kuliah Tamu Bertemakan Bisnis Go International

Jurusan Managemen FEKON Hadirkan Investor Asal India Dalam Kuliah Tamu Bertemakan Bisnis Go International

Dalam rangka menumbuhkan semangat dan minat wirausaha di kalangan mahasiswa, Jurusan Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako menyelenggarakan Kuliah Tamu pada (22/03) Rabu siang dengan menghadirkan Mr Lalit Kumar Ratilal selaku Presiden PT Sudevam Anugrah Sakti (SAS) dengan mengangkat tema “Strategis Bisnis Perusahaan ‘Go International’” bertempat di Media Center Universitas Tadulako.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir.,SE.,MS menyambut baik kedatangan Mr Lalit Kumar Ratilal sebagai pemateri dalam Kuliah Tamu yang di hadiri 250 mahasiswa Untad.

“ Momen kali ini, kita kedatangan investor muda yang telah lama berada di Indonesia dan telah berinvestasi di beberapa wilayah di Sulawesi seperti  Makassar dan Donggala. Saat ini, Mr Lalit Kumar Ratilal akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Parimo berupa investasi Pabrik gula berbasis tebu yang menyerap tenaga kerja dari berbagai jenis keilmuan sekitar 40.000 pekerja. Para Mahasiswa dan alumni Universitas Tadulako adalah yang terdekat dengan wilayah Parimo dan di harapkan agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pak Kumar dan saya akan mendatangani MoU di hadapan bapak Gubernur tentang komitmen investasi ini dalam waktu dekat.” Jelas Prof. Basir dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Untad juga memaparkan dukungan nya kepada Mr Lalit Kumar Ratilal selaku pihak dari PT Sudevam Anugrah Sakti (SAS) bahwa Untad siap mendukung kegiatan Mr Lalitkumar Ratilal selama di Sulteng.

“Kami dari Universitas  memberikan dukungan dan support kepada Pak Kumar dengan memberikan ruangan sebagai sekretariat agar Untad lebih mudah untuk berkomunikasi dengan perusahaan beliau karena Pak Kumar telah berinvestasi dengan nilai yang sangat besar di Sulawesi Tengah khususnya di Parimo.” Ujar Prof. Basir

Dalam Kuliah Tamu, Mr Lalit Kumar Ratilal sebagai Pemateri memaparkan maksud dan tujuan nya berinvestasi di Sulteng dengan anggaran yang cukup besar sekitar Rp 325 miliar. Pada pertemuan tersebut, Mr Lalit Kumar Ratilal juga memaparkan pihaknya akan membangun pabrik gula berbasis tebu di Parigi Moutong dengan kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun. Dengan dukungan areal perkebunan tebu seluas 50 ribu hektar, dapat dipastikan akan membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak.

“Saya berinvestasi di bidang Pabrik gula berbasis tebu di Parimo Sulteng dan membutuhkan sekitar 40.000 pekerja yang 20.000 nya berasal dari berbagai jenis ilmu dan keahlian. Saya sangat mengharapkan bahwa 20.000 pekerja tersebut banyak yang berasal dari Universitas Tadulako karena saya belajar banyak hal di sini dan saya ingin memajukan anda semua, Pemuda Sulawesi Tengah.” Ujar Mr Lalitkumar Ratilal.

Dalam materi nya, Mr Lalitkumar Ratilal memaparkan Empat Pilar penting agar bisnis bisa mencapai ke level Go International sehingga bisnis tak hanya sukses di negeri sendiri tapi bisa merambah ke berbagai negara di dunia.

” Untuk bisa mencapai bisnis yang Go International, anda sekalian harus memiliki People (Orang), Process,  Teknologi dan Sumber daya Ulang (Resources). Tapi yang terpenting untuk bisa Go International adalah ketika anda menguasai satu kunci utama nya yaitu mampu berinteraksi dalam bahasa inggris. Bagaimana anda bisa terhubung dengan orang-orang dari berbagai negara jika anda hanya bisa bahasa anda sendiri?” Jelas Mr Lalitkumar Ratilal dengan bahasa indonesia yang cukup fasih.

Kuliah umum juga berisi education game dan tanya jawab. Mr Lalitkumar Ratilal pun menawarkan di akhir kuliah tamu nya bahwa akan membuka kursus bahasa inggris gratis di Untad jika di perkenankan.

” Jika mendapat kesempatan, saya ingin membuka kelas bahasa inggris yang free untuk mahasiswa dengan menghadirkan rekan saya di sekretariat kami yang ada di Untad. Unik nya adalah mahasiswa yang telah mendaftar, apabila dalam proses belajar nya tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas, maka mahasiswa tersebut harus membayar ketidakhadirannya di kelas. Jadi jika anda mengikuti kursus nya dengan baik hingga akhir, semua nya gratis untuk anda.” Jelas Mr Lalitkumar Ratilal.

Setelah 3 sesi tanya jawab antara Mr Lalitkumar Ratilal dan peserta Kuliah Tamu, acara di tutup dengan pemberian informasi tentang Mr Lalitkumar Ratilal dan sesi foto bersama.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No Right Klik and Copy!!