Jurusan Antropologi Untad Gelar Kuliah Umum tentang Perkembangan Budaya di Lembah Bada

Jurusan Antropologi Untad Gelar Kuliah Umum tentang Perkembangan Budaya di Lembah Bada

Selasa, (7/2) Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan kuliah umum Antropologi dengan mengusung tema “Cultural Development In Bada Valley and Pekurehua”. Kegiatan yang digelar di Ruang Senat FISIP Universitas Tadulako tersebut menghadirkan Prof. Ronn Lee Hatley sebagai pembicara. Prof. Ronn Lee Hatley merupakan peneliti yang berasal dari Yale University, Amerika Serikat yang juga aktif sebagai tenaga pengajar di Universitas Gajah Mada,Yogyakarta.

Kuliah umum ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Drs. Muhammad Marzuki, M.Si dan dihadiri oleh Mahasiswa dan Dosen baik dari jurusan Antropologi maupun dari Prodi Sejarah. Menurut Muhammad Marzuki, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para Mahasiswa.

“Mahasiswa Antropogi harus bisa melakukan studi dan penelitian lapangan,untuk itu Prof Ronn Lee Hatley akan berbagi pengalaman pengalaman beliau melalui kuliah umum ini, beliau juga memiliki pengalaman dalam bidang ekonomi politik, hal ini tentunya baik untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi para peserta kuliah umum ini” terang Marzuki saat membuka kegiatan kuliah umum tersebut.


Prof. Ronn Lee Hatley sendiri dalam pemaparannya menyatakan bahwa mencari kebudayaan Indonesia dalam kebudayaan Austronesia merupakan tujuan penelitian di Sulawesi Tengah. Masyarakat di Lore menyadari adanya rasa kepemilikan terhadap budaya dan bahasa yang ada di lingkungan mereka.

” Kebudayan Bada sendiri merupakan dasar dari perkembangan sistem kebudayaan masyarakat setempat seperti religi,pertanian,sistem sosial dan teknik perang. Dilihat dari upacara pernikahan di lembah Bada masyarakat Bada juga masuk dalam kategori rumpun Austronesia dan Austronesia adalah salah rumpun bahasa terluas di dunia.

Prof Ronn Lee Hatley menambahkan bahwa karena pentingnya mengetahui perkembangan kebudayaan Austronesia, maka topik mengenai Austronesia dijadikan sebagai mata kuliah di UGM. “Perkembangan Austronesia 5000-1000 tahun yg lalu dan bagaimana kondisi bangsa Austronesia saat ini di angkat sebagai penambahan mata kuliah di UGM”. Ungkapnya.


Menutup sesi kuliah umumnya siang itu, Prof Ronn Lee Hatley mengingatkan agar kita harus senantiasa melestarikan kebudayaan yang ada seperti upacara adat, kain kulit kayu, pernikahan dan lain sebagainya sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan juga membuat peraturan yang dapat menjaga kelestarian kebudayaan tersebut.

Penulis : Raisa Alatas/Humas Untad

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No Right Klik and Copy!!