Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, menilai Universitas Tadulako mengalami banyak kemajuan. Perkembangannya cukup membanggakan, baik kualitas pendidikannya, mahasiswa dan tenaga pengajar yang sebagian besar telah menyelesaikan pendidikan Pascasarjana, maupun sarana yang menunjang kegiatan pendidikan. "Diwaktu saya berkunjung di tahun 1998, Untad masih memiliki banyak kekurangan, baik sarana maupun prasarananya. Tenaga dosennyapun belum banyak bergelar Master dan Doktor. Tapi sekarang, Untad hebat, telah banyak mengalami kemajuan", puji Dirjen kepada Rektor Untad yang disaksikan para Pimpinan Universitas dan Fakultas serta Mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi.
Dirjen Dikti Kemdikbud, Djoko Santoso berkunjung ke Universitas Tadulako setelah menghadiri undangan Pimpinan Alkhairaat pada acara Wisuda Sarjana Universitas Alkhairaat, Sabtu, 21 April 2012. Banyak kata pujian terlontar dari ucapan Dirjen sejak beraudiensi dengan Rektor, para Pembantu Rektor, Dekan-Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, para Ketua Lembaga, Ketua Dewan Pertimbangan, Kepala lnternational Office serta berdialog dengan 5 orang mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi yang mewakili teman-temannya. Bahkan dengan para mahasiswa tersebut, Dirjen terharu mendengar kalimat-kalimat polos, yang memang membuktikan mereka wajar menerima beasiswa Bidikmisi karena terungkap bahwa para mahasiswa tersebut berpendapatan jauh dari standar orang-orang mampu dari segi finansial. Dalam dialog tersebut, Dirjen juga menyampaikan penghargaannya kepada mahasiswa, yang disamping merupakan anak-anak dari orangtua tidak mampu, namun prestasinya cukup tinggi, dimana para mahasiswa penerima Bidikmisi tersebut rata-rata memperoleh nilai IPK tinggi dan bercita-cita luhur bagi kepentingan keluarga, agama, nusa dan bangsa.
Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir Cyio, SE., MS., yang sebelumnya menyampaikan ucapan selamat datang bagi Dirjen Dikti dengan memaparkan gambaran singkat mengenai perkembangan Universitas Tadulako yang memiliki lahan seluas 200 hektar, juga sangat mengapresiasi para mahasiswa Bidikmisi tersebut. "Kami selalu mendorong mereka agar tekun dalam menjalani pendidikan, meskipun dengan keterbatasan dana", ujar Rektor yang juga selalu memberi dorongan kepada para dosen untuk meningkatkan pendidikan dan kualitas mengajarnya Dengan jumlah 1.168 dosen, sekitar 200-an telah menempuh dan menyelesaikan pendidikan Doktoralnya. Demikian pula Gurubesar, Untad telah memilki sekitar 50 orang Profesor, kata Basir Cyio.
Usai melakukan pertemuan selama 3 jam di ruang Senat Untad, Tondo, Dirjen Djoko Santoso bersama rombongan Rektor Untad juga menyempatkan untuk meninjau lingkungan kampus Untad dan berakhir di areal bangunan Rusunawa yang ditempati para mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Bangunan ini dinilai masih banyak kekurangan untuk dinyatakan layak bagi penghuninya. Sebab menurut Rektor Untad bahwa bangunan tersebut belum bisa dibiayai oleh Untad, karena masih dalam tanggungan pihak Kemenpora.