Desember 07, 2016

HARDIKNAS 2015 Momentum Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi

 

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) disambut sukacita di seantero negeri. Demikian pula dengan Universitas Tadulako (Untad). Bertempat di Lapangan Upacara pada Sabtu (2/5), civitas akademika mengikuti upacara peringatan itu dengan khidmat.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) dalam sambutannya yang dibacakan oleh Rektor Untad, Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS., menyampaikan bahwa momentum Hardiknas harus dijadikan tonggak untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Peningkatan kualitas pendidikan tinggi ini agar luaran pendidikan tinggi memiliki daya saing yang berkualitas. “Hal ini karena didorong oleh dua hal utama, yaitu pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang semakin dekat, dan tuntutan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang semakin meningkat,” jelas Rektor membacakan sambutan Menristekdikti.
Berkenaan dengan itu, Menristekdikti mengingatkan sudah saatnya pendidikan tinggi bersiap mewujudkan target itu. Hal penting yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas hasil penelitian sebagai salah satu dari bagian tri darma perguruan tinggi. Menristekdikti mengemukakan bahwa paradigma lama tentang penelitian harus ditinggalkan. Jika selama ini hasil penelitian hanya sampai pembuatan prototype skala laboratorium, publikasi internasional, dan perolehan HAKI, maka ke depan hasil penelitian harus sampai pada tahapan komersialisasi atau hilirisasi. “Apalagi saat ini sektor pendidikan tinggi sudah dimerger dengan sektor riset dan teknologi. Untuk itu, diharapkan ada sinergitas program itu sampai pada tataran perguruan tinggi sebagai garda terdepan,” jelas Menristekdikti dalam sambutan yang dibacakan oleh Prof Basir.
Dalam peringatan Hardiknas itu, secara simbolis diberikan sertifikat bagi dosen yang lulus sertifikasi pada tahun 2014. Pada 2014, dari 61 dosen yang diusulkan, sebanyak 47 dosen dinyatakan lulus. Dengan tambahan ini, secara total sudah 923 atau 80 persen dosen Untad telah menyandang predikat dosen profesional. Sementara itu, sebanyak 235 dosen belum tersertifikasi.
Peringatan Hardiknas di Untad itu dihadiri oleh jajaran dewan pertimbangan, para wakil rektor, para dekan dan wakil dekan, kepala-kepala lembaga, para dosen dan pegawai, serta siswa SMP dan SMA Labschool Untad.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *