Halal Bi Halal Keluarga Besar Untad

Halal Bi Halal Keluarga Besar Untad

Setiap umat Islam di seluruh dunia mempunyai tradisi yang berbeda-beda ketika merayakan hari Raya Idul Fithri, sesuai dengan ciri khas bangsanya masing-masing. Walaupun terjadi perbedaan tradisi dalam merayakannya, tetapi dari segi esensi atau nilai-nilai dasar syariah Islam tidaklah terjadi perbedaan dalam merayakan Hari Raya Idul Fithri tersebut.

Kita sebagai umat Islam yang berdomisili di Indonesia, mempunyai tradisi Halal bi halal yang biasanya dilaksanakan dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama umat muslim. Demikian pula yang dilaksanakan segenap civitas akademika Universitas Tadulako (Untad).

Mengerti arti pentingnya merajut kembali tali silaturrahim, pada 1 Syawal 1437 H, usai melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri seluruh jama’ah saling berjabat tangan mengeratkan tali silaturrahim serta saling maaf memaafkan.

Kegiatan halal bi halal oleh rektor bersama seluruh dosen dan staf. Rektor Untad dalam sambutannya mengatakan, momentum di bulan Syawal perlu digunakan sebagai momentum menyambung kembali tali silaturrahim yang sempat terputus karena kesalahpahaman yang tercipta selama kurun waktu 11 bulan terakhir.

“Hari kemenangan inilah yang sebaiknya dijadikan sebagai momentum untuk saling memaafkan, agar dapat terciptanya kampus yang tentram. Dari situlah kita coba hadapi segala tantangan dengan kepala dingin, dari situlah kedamaian hidup bisa dirasakan bersama dalam satu keluarga besar Universitas Tadulako,” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang bertemakan “Menumbuhkan Energi Baru Insani Menuju Universitas Tadulako yang Lebih Baik” itu, Prof Basir juga harapan besar tentang peningkatan kinerja khususnya dalam penerimaan mahasiswa baru yang sementara berlangsung.

“Saat ini, kita memulai lembaran baru lagi. Mari kita sukseskan lembaran baru ini. Semua hal yang kita kerjakan mesti lebih ditingkatkan, terutama soal pelayanan. Apalagi saat ini musim penerimaan mahasiswa baru, yang mungkin akan menyentuh 8000 orang. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita bangun Untad yang lebih baik kedepannya,” ajak Prof Basir kepada seluruh keluarga besar civitas academica Untad yang hadir pada kesempatan itu.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *