{"id":7907,"date":"2019-01-24T10:30:11","date_gmt":"2019-01-24T02:30:11","guid":{"rendered":"https:\/\/untad.ac.id\/?p=7907"},"modified":"2019-01-24T10:30:11","modified_gmt":"2019-01-24T02:30:11","slug":"workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/","title":{"rendered":"Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington"},"content":{"rendered":"<p>Bertempat di Theater Room Universitas Tadulako, Workshop kerjasama antara International Office Untad dan University of Washington di gelar pada Rabu (23\/01\/2019) Siang dengan mengangkat tema \u201c <em>Global Partnership in Field Training and Outreach Education : Promoting Human Primate<\/em> \u201d yang dihadiri oleh Para Akademisi dan Mahasiswa Untad dari berbagai fakultas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, &nbsp;Prof.&nbsp;Dr. Ir.&nbsp;Marsetyo&nbsp;M.Sc.Ag, Ph.D selaku Kepala iO Untad mengapresiasi kehadiran Prof. Randall C Kyes, Ph.D dalam workshop iO diawal tahun 2019. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Kami dari Universitas Tadulako sangat senang bisa menyambut kembali kehadiran Prof. Randall ditengah tengah kita semua saat ini. Beliau merupakan Direktur Pusat untuk <em>Global Field Study<\/em> University of Washington sekaligus Pakar dalam bidang Primata secara Global. Seperti kita ketahui bersama, University of Washington merupakan perguruan tinggi bergengsi asal Amerika Serikat yang lokasinya berada di Kota Seatlle yang merupakan kota lahirnya Microsoft. Semoga pemaparan Prof. Randall dapat disimak dengan baik oleh para peserta yang hadir saat ini.\u201d Papar Prof. Marsetyo.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC5856-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7914\" width=\"461\" height=\"307\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC5963-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7915\" width=\"461\" height=\"307\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Dalam materinya, Prof. Randall C Kyes, Ph.D selaku <em>Speaker<\/em> Workshop banyak memaparkan negara Indonesia yang memiliki banyak spesies Primata yang dilindungi. Sayangnya, banyak kasus yang terjadi dimana Manusia dan Primata tidak hidup berdampingan dengan baik yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah primata. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Di Manado tepatnya di area Tangkoko, masih banyak hewan primata seperti Yaki yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Hal tersebut sangat berpengaruh dengan jumlah populasi mereka yang terus menurun. Bahkan tidak sedikit primata yang menjadi cacat akibat jebakan yang dibuat masyarakat setempat saat primata berhasil meloloskan diri. Sehingga sejak tahun 2001, kami kemudian melakukan program edukasi untuk masyarakat setempat agar tidak mengonsumsi primata karena jumlah mereka yang terus berkurang. Kami pun mendidik anak-anak mereka agar menyayangi primata dan menjaga populasi nya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Program Pemeliharaan populasi Primata terus berlanjut hingga saat ini. Ada momen luar biasa yang terjadi sepanjang program ini berlangsung. Banyak anak-anak sekolah yang kami didik di awal program ini tumbuh dewasa dan sekarang menjadi bagian dalam program kami untuk menjaga keberlangsungan primata. Selain memelihara populasi primata, banyak dari mereka merasakan manfaat secara ekonomi karena banyaknya wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat primata dan mereka menjadi pemandu wisatanya. Kedepan saya berharap hal tersebut terjadi di Sulawesi Tengah yang juga memiliki spesies primata endemik untuk di jaga populasinya agar tetap terkontrol.\u201d Jelas Prof. Randall.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC5983-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7913\" width=\"452\" height=\"301\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Dalam materi lainnya, ada contoh kasus yang berbeda terjadi di Thailand. Disana populasi Primata menjadi membludak akibat kebiasaan masyarakat yang terus memberi makan mereka sehingga populasi mereka menjadi bertambah sampai tidak terkendali. Para primata juga mulai meresahkan warga sekitar karena terkadang primata menjadi agresif dan cukup berbahaya. Edukasi menjadi hal yang sangat vital agar kehidupan primata dan manusia bisa tetap terjaga dan bisa saling berdampingan dengan rukun.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/DSC5887-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7909\" width=\"440\" height=\"293\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Workshop\nkemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama. <strong>AA<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bertempat di Theater Room Universitas Tadulako, Workshop kerjasama antara International Office Untad dan University of Washington di gelar pada Rabu (23\/01\/2019) Siang dengan mengangkat tema \u201c Global Partnership in Field Training and Outreach Education : Promoting Human Primate \u201d yang dihadiri oleh Para Akademisi dan Mahasiswa Untad dari berbagai fakultas. Dalam sambutannya, &nbsp;Prof.&nbsp;Dr. Ir.&nbsp;Marsetyo&nbsp;M.Sc.Ag, Ph.D selaku Kepala iO Untad mengapresiasi kehadiran Prof. Randall C Kyes, Ph.D dalam workshop iO diawal tahun 2019. \u201c Kami dari Universitas Tadulako sangat senang bisa menyambut kembali kehadiran Prof. Randall ditengah tengah kita semua saat ini. Beliau merupakan Direktur Pusat untuk Global Field Study University of Washington sekaligus Pakar dalam bidang Primata secara Global. Seperti kita ketahui bersama, University of Washington merupakan perguruan tinggi bergengsi asal Amerika Serikat yang lokasinya berada di Kota Seatlle yang merupakan kota lahirnya Microsoft. Semoga pemaparan Prof. Randall dapat disimak dengan baik oleh para peserta yang hadir saat ini.\u201d Papar Prof. Marsetyo. Dalam materinya, Prof. Randall C Kyes, Ph.D selaku Speaker Workshop banyak memaparkan negara Indonesia yang memiliki banyak spesies Primata yang dilindungi. Sayangnya, banyak kasus yang terjadi dimana Manusia dan Primata tidak hidup berdampingan dengan baik yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah primata. \u201c Di Manado tepatnya di area Tangkoko, masih banyak hewan primata seperti Yaki yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Hal tersebut sangat berpengaruh dengan jumlah populasi mereka yang terus menurun. Bahkan tidak sedikit primata yang menjadi cacat akibat jebakan yang dibuat masyarakat setempat saat primata berhasil meloloskan diri. Sehingga sejak tahun 2001, kami kemudian melakukan program edukasi untuk masyarakat setempat agar tidak mengonsumsi primata karena jumlah mereka yang terus berkurang. Kami pun mendidik anak-anak mereka agar menyayangi primata dan menjaga populasi nya.\u201d \u201c Program Pemeliharaan populasi Primata terus berlanjut hingga saat ini. Ada momen luar biasa yang terjadi sepanjang program ini berlangsung. Banyak anak-anak sekolah yang kami didik di awal program ini tumbuh dewasa dan sekarang menjadi bagian dalam program kami untuk menjaga keberlangsungan primata. Selain memelihara populasi primata, banyak dari mereka merasakan manfaat secara ekonomi karena banyaknya wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat primata dan mereka menjadi pemandu wisatanya. Kedepan saya berharap hal tersebut terjadi di Sulawesi Tengah yang juga memiliki spesies primata endemik untuk di jaga populasinya agar tetap terkontrol.\u201d Jelas Prof. Randall. Dalam materi lainnya, ada contoh kasus yang berbeda terjadi di Thailand. Disana populasi Primata menjadi membludak akibat kebiasaan masyarakat yang terus memberi makan mereka sehingga populasi mereka menjadi bertambah sampai tidak terkendali. Para primata juga mulai meresahkan warga sekitar karena terkadang primata menjadi agresif dan cukup berbahaya. Edukasi menjadi hal yang sangat vital agar kehidupan primata dan manusia bisa tetap terjaga dan bisa saling berdampingan dengan rukun. Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama. AA<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":7918,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-7907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bertempat di Theater Room Universitas Tadulako, Workshop kerjasama antara International Office Untad dan University of Washington di gelar pada Rabu (23\/01\/2019) Siang dengan mengangkat tema \u201c Global Partnership in Field Training and Outreach Education : Promoting Human Primate \u201d yang dihadiri oleh Para Akademisi dan Mahasiswa Untad dari berbagai fakultas. Dalam sambutannya, &nbsp;Prof.&nbsp;Dr. Ir.&nbsp;Marsetyo&nbsp;M.Sc.Ag, Ph.D selaku Kepala iO Untad mengapresiasi kehadiran Prof. Randall C Kyes, Ph.D dalam workshop iO diawal tahun 2019. \u201c Kami dari Universitas Tadulako sangat senang bisa menyambut kembali kehadiran Prof. Randall ditengah tengah kita semua saat ini. Beliau merupakan Direktur Pusat untuk Global Field Study University of Washington sekaligus Pakar dalam bidang Primata secara Global. Seperti kita ketahui bersama, University of Washington merupakan perguruan tinggi bergengsi asal Amerika Serikat yang lokasinya berada di Kota Seatlle yang merupakan kota lahirnya Microsoft. Semoga pemaparan Prof. Randall dapat disimak dengan baik oleh para peserta yang hadir saat ini.\u201d Papar Prof. Marsetyo. Dalam materinya, Prof. Randall C Kyes, Ph.D selaku Speaker Workshop banyak memaparkan negara Indonesia yang memiliki banyak spesies Primata yang dilindungi. Sayangnya, banyak kasus yang terjadi dimana Manusia dan Primata tidak hidup berdampingan dengan baik yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah primata. \u201c Di Manado tepatnya di area Tangkoko, masih banyak hewan primata seperti Yaki yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Hal tersebut sangat berpengaruh dengan jumlah populasi mereka yang terus menurun. Bahkan tidak sedikit primata yang menjadi cacat akibat jebakan yang dibuat masyarakat setempat saat primata berhasil meloloskan diri. Sehingga sejak tahun 2001, kami kemudian melakukan program edukasi untuk masyarakat setempat agar tidak mengonsumsi primata karena jumlah mereka yang terus berkurang. Kami pun mendidik anak-anak mereka agar menyayangi primata dan menjaga populasi nya.\u201d \u201c Program Pemeliharaan populasi Primata terus berlanjut hingga saat ini. Ada momen luar biasa yang terjadi sepanjang program ini berlangsung. Banyak anak-anak sekolah yang kami didik di awal program ini tumbuh dewasa dan sekarang menjadi bagian dalam program kami untuk menjaga keberlangsungan primata. Selain memelihara populasi primata, banyak dari mereka merasakan manfaat secara ekonomi karena banyaknya wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat primata dan mereka menjadi pemandu wisatanya. Kedepan saya berharap hal tersebut terjadi di Sulawesi Tengah yang juga memiliki spesies primata endemik untuk di jaga populasinya agar tetap terkontrol.\u201d Jelas Prof. Randall. Dalam materi lainnya, ada contoh kasus yang berbeda terjadi di Thailand. Disana populasi Primata menjadi membludak akibat kebiasaan masyarakat yang terus memberi makan mereka sehingga populasi mereka menjadi bertambah sampai tidak terkendali. Para primata juga mulai meresahkan warga sekitar karena terkadang primata menjadi agresif dan cukup berbahaya. Edukasi menjadi hal yang sangat vital agar kehidupan primata dan manusia bisa tetap terjaga dan bisa saling berdampingan dengan rukun. Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama. AA\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-24T02:30:11+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Arba Arief\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arba Arief\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/\",\"name\":\"Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2019-01-24T02:30:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\",\"name\":\"Arba Arief\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Arba Arief\"},\"url\":\"http:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington - Universitas Tadulako","og_description":"Bertempat di Theater Room Universitas Tadulako, Workshop kerjasama antara International Office Untad dan University of Washington di gelar pada Rabu (23\/01\/2019) Siang dengan mengangkat tema \u201c Global Partnership in Field Training and Outreach Education : Promoting Human Primate \u201d yang dihadiri oleh Para Akademisi dan Mahasiswa Untad dari berbagai fakultas. Dalam sambutannya, &nbsp;Prof.&nbsp;Dr. Ir.&nbsp;Marsetyo&nbsp;M.Sc.Ag, Ph.D selaku Kepala iO Untad mengapresiasi kehadiran Prof. Randall C Kyes, Ph.D dalam workshop iO diawal tahun 2019. \u201c Kami dari Universitas Tadulako sangat senang bisa menyambut kembali kehadiran Prof. Randall ditengah tengah kita semua saat ini. Beliau merupakan Direktur Pusat untuk Global Field Study University of Washington sekaligus Pakar dalam bidang Primata secara Global. Seperti kita ketahui bersama, University of Washington merupakan perguruan tinggi bergengsi asal Amerika Serikat yang lokasinya berada di Kota Seatlle yang merupakan kota lahirnya Microsoft. Semoga pemaparan Prof. Randall dapat disimak dengan baik oleh para peserta yang hadir saat ini.\u201d Papar Prof. Marsetyo. Dalam materinya, Prof. Randall C Kyes, Ph.D selaku Speaker Workshop banyak memaparkan negara Indonesia yang memiliki banyak spesies Primata yang dilindungi. Sayangnya, banyak kasus yang terjadi dimana Manusia dan Primata tidak hidup berdampingan dengan baik yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah primata. \u201c Di Manado tepatnya di area Tangkoko, masih banyak hewan primata seperti Yaki yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Hal tersebut sangat berpengaruh dengan jumlah populasi mereka yang terus menurun. Bahkan tidak sedikit primata yang menjadi cacat akibat jebakan yang dibuat masyarakat setempat saat primata berhasil meloloskan diri. Sehingga sejak tahun 2001, kami kemudian melakukan program edukasi untuk masyarakat setempat agar tidak mengonsumsi primata karena jumlah mereka yang terus berkurang. Kami pun mendidik anak-anak mereka agar menyayangi primata dan menjaga populasi nya.\u201d \u201c Program Pemeliharaan populasi Primata terus berlanjut hingga saat ini. Ada momen luar biasa yang terjadi sepanjang program ini berlangsung. Banyak anak-anak sekolah yang kami didik di awal program ini tumbuh dewasa dan sekarang menjadi bagian dalam program kami untuk menjaga keberlangsungan primata. Selain memelihara populasi primata, banyak dari mereka merasakan manfaat secara ekonomi karena banyaknya wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat primata dan mereka menjadi pemandu wisatanya. Kedepan saya berharap hal tersebut terjadi di Sulawesi Tengah yang juga memiliki spesies primata endemik untuk di jaga populasinya agar tetap terkontrol.\u201d Jelas Prof. Randall. Dalam materi lainnya, ada contoh kasus yang berbeda terjadi di Thailand. Disana populasi Primata menjadi membludak akibat kebiasaan masyarakat yang terus memberi makan mereka sehingga populasi mereka menjadi bertambah sampai tidak terkendali. Para primata juga mulai meresahkan warga sekitar karena terkadang primata menjadi agresif dan cukup berbahaya. Edukasi menjadi hal yang sangat vital agar kehidupan primata dan manusia bisa tetap terjaga dan bisa saling berdampingan dengan rukun. Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama. AA","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2019-01-24T02:30:11+00:00","author":"Arba Arief","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Arba Arief","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/","name":"Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2019-01-24T02:30:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/01\/workshop-international-office-untad-hadirkan-pemateri-asal-university-of-washington\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938","name":"Arba Arief","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","caption":"Arba Arief"},"url":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7907"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7907\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}