{"version":"1.0","provider_name":"Tadulako University","provider_url":"http:\/\/untad.ac.id\/en","author_name":"Arba Arief","author_url":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/","title":"Sivitas Akademika Untad Peringati Hari Lahir Pancasila - Universitas Tadulako","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"0jF4k9vC85\"><a href=\"http:\/\/untad.ac.id\/en\/2025\/06\/sivitas-akademika-untad-peringati-hari-lahir-pancasila\/\">Sivitas Akademika Untad Peringati Hari Lahir Pancasila<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"http:\/\/untad.ac.id\/en\/2025\/06\/sivitas-akademika-untad-peringati-hari-lahir-pancasila\/embed\/#?secret=0jF4k9vC85\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Sivitas Akademika Untad Peringati Hari Lahir Pancasila&#8221; &#8212; Universitas Tadulako\" data-secret=\"0jF4k9vC85\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=http:\/\/untad.ac.id\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Sivitas-Akademika-Untad-Peringati-Hari-Lahir-Pancasila-12.jpeg","thumbnail_width":1280,"thumbnail_height":853,"description":"Pada Senin Pagi (02\/06\/2025), Sivitas Akademika Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni. Upacara digelar di Lapangan Untad pada Senin pagi (02\/06), dengan diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Bertindak sebagai pembina upacara, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Dalam pidatonya, Rektor menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar persatuan Indonesia. \u201cMelalui peringatan Hari Lahir Pancasila, kita diajak untuk kembali memahami bahwa keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa bukanlah penghalang, melainkan kekuatan pemersatu bangsa. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung semangat gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang bermartabat,\u201d ujar Prof. Amar. Ia menambahkan, tanpa arah ideologi yang kuat, kemajuan bangsa akan rapuh. \u201cKemajuan ekonomi tanpa pijakan nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral berisiko membawa bangsa ke arah dehumanisasi,\u201d lanjutnya. Dalam konteks pembangunan nasional, pemerintah telah menetapkan Asta Cita\u2014delapan agenda prioritas\u2014sebagai arah strategis menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai Pancasila harus menyentuh seluruh aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital. Menutup sambutannya, Prof. Amar mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai momen memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa. \u201cMari terus bergotong royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,\u201d pungkasnya. AA &amp; Fadila"}