Desember 08, 2016

Dokter RSUD Undata Silaturrahim dengan Pimpinan Untad

Dokter RSUD Undata Silaturrahim dengan Pimpinan Untad

Kebutuhan dokter di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masih sangat tinggi. Dari beberapa data yang terangkum, perbandingan jumlah dokter dengan jumlah penduduk (Sulteng) masih dalam kisaran 1 berbanding 3000-an. Artinya, jika dirata-ratakan, 3000 penduduk dilayani oleh hanya satu orang dokter.

Kenyataan itu tentu saja mengkhawatirkan. Ketersediaan SDM dokter harus ditingkatkan. Paling tidak, untuk menurunkan jumlah perbandingan sehingga dapat berimbas terhadap kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Berkenaan dengan itu, pada Rabu (27/4), para dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata bersilaturrahim langsung dengan Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS, dan jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Untad.

Direktur RSUD Undata, Dokter Reny A Lamadjido Sp PK MKes (tengah) saat menyampaikan sumbangsih saran dalam silaturrahim dengan pimpinan Untad (Foto Taqyuddin Bakri)

Direktur RSUD Undata, Dokter Reny A Lamadjido Sp PK MKes (tengah) saat menyampaikan sumbangsih saran dalam silaturrahim dengan pimpinan Untad (Foto Taqyuddin Bakri)

Dalam silaturrahim itu, Dokter Reny A Lamadjido Sp PK MKes, Direktur RSUD Undata Palu menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi keberadaan FKIK Untad yang notabene adalah institusi yang menyiapkan SDM dokter. Untuk itu, sejak keberadaan FKIK Untad pada beberapa tahun lalu, RSUD Undata juga telah merelakan para dokter untuk membantu penyiapan, pembimbingan, bahkan tempat praktik bagi mahasiswa FKIK Untad.

“Teman-teman (para dokter, red) sudah mendidik dan membimbing mahasiswa FKIK Untad. Pembimbingan ini kami lakukan terutama dalam rotasi klinik. Tidak sekadar pembimbingan, tetapi kami juga mengamati perkembangan keilmuan. Hal ini karena profesi dokter ini harus dilaksanakan secara serius, tidak boleh main-main,” jelas mantan Direktur RSU Anutapura Palu itu.

Lebih lanjut, Dokter Reny juga menyampaikan bahwa dengan kerjasama itu diharapkan dapat membentuk sosok-sosok dokter yang berkualitas sehingga dapat berimbas pada kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Direktur RSUD Undata itu juga mengemukakan bahwa RSUD Undata merupakan salah satu rumah sakit tempat mahasiswa berpraktik. Berkenaan dengan itu, RSUD Undata juga terus berupaya meningkatkan kualitas para dokter dan klinik layanan sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa FKIK Untad untuk meningkatkan keilmuan dan keterampilan profesinya.

“Kami juga mengharapkan FKIK Untad dapat membahas kurikulum baru. Untuk proses pendidikan, cukup 3,5 tahun sehingga mahasiswa FKIK Untad dapat segera melanjutkan ke tahap co-ass untuk meraih gelar profesi dokter. Dalam kaitan ini, kami siap berpartner dengan Untad. Semua ini demi kemajuan FKIK Untad dan Sulteng,” jelas dokter spesialis patologi klinik ini.

Pernyataan Dokter Reny itu juga turut ditanggapi oleh beberapa dokter, salah satunya Dokter Christian. Dokter Christian merupakan salah seorang dokter yang turut mendampingi, membimbing, dan mendidik mahasiswa FKIK dalam rotasi klinik. Dokter Christian menyampaikan bahwa saran dari Direktur RSUD Undata amat baik karena dapat mempercepat penyelesaian studi mahasiswa.

“Untuk pendidikan menuju sarjana kedokteran dapat ditempuh dalam waktu 3,5 tahun. Namun, untuk rotasi klinik jangan sampai dipercepat. Artinya, mahasiswa harus menempuhnya sesuai waktu yang ditetapkan karena ini berhubungan dengan tata cara praktik kedokteran. Meskipun begitu, kami yakin dengan kemampuan mahasiswa Untad. Beberapa kolega kami di daerah bahkan memuji keterampilan mahasiswa Untad dalam keilmuan dan keterampilannya,” jelasnya.

Sementara itu, menanggapi diskusi, Prof Basir Cyio berterima kasih kepada Direktur RSUD Undata, dan seluruh dokter yang telah membimbing dan mendidik mahasiswa. Dedikasi yang telah diberikan dapat dirasakan langsung oleh FKIK Untad dan dapat diimplementasikan terhadap masyarakat Sulteng.

“Kami sangat berterima kasih atas segala dedikasi dari para dokter yang juga merupakan dosen FKIK Untad. Kami juga mohon maaf jika selama ini masih ada kekeliruan dalam kerjasama ini. Namun, kami akan terus memperbaiki diri untuk kemajuan daerah ini. Dalam waktu dekat, melalui Dekan FKIK, kami akan segera membicarakan kurikulum FKIK. Harapan kami, kerjasama ini terus terbangun dan terjalin dengan baik. Semua ini semata-mata untuk anak-anak kita yang akan mengabdi bagi masyarakat Sulteng,” jelas Rektor.

Dalam silaturrahim yang dilaksanakan di Lantai II Gedung Utama RSUD Undata itu, turut hadir Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof Dr Ir Mahfudz MP; Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Prof Mery Napitupulu MSc PhD; Dekan FKIK, para wakil dekan, dan sekitar 60 orang dokter dan tenaga medik. (tq)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *