November 18, 2017

5 Mahasiswa Untad Ikuti Program KKN Kebangsaan Di Provinsi Gorontalo

5 Mahasiswa Untad Ikuti Program KKN Kebangsaan Di Provinsi Gorontalo

Dalam rangka mempererat rasa kebangsaan antar Mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia, Ristekdikti melalui program KKN Kebangsaan mengikutsertakan 5 mahasiswa asal Universitas Tadulako untuk dapat berpartisipasi dalam Program KKN Kebangsaan yang di adakan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Di temui di Rektorat Baru Untad Lantai I, Arifuddin, S.Pd., M.Si selaku tim monitoring Mahasiswa Untad menuturkan bahwa Mahasiswa Untad yang mengikuti KKN Kebangsaan telah di seleksi sebelumnya dengan proses seleksi yang memakan waktu selama sebulan.

“ Proses rekrutmen Mahasiswa di lakukan dengan melihat berkas yang telah di kirimkan oleh mahasiswa Untad kepada kami. Kemudian kami melihat IPK serta wawasan, riwayat organisasi, kemampuan verbal, pengetahuan budaya dan kebangsaan serta prestasi yang pernah di raih di tingkat nasional ataupun internasional sebagai barometer penilaian. Untuk lokasi KKN, mereka telah di tempatkan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo yang di setiap posko/desa di tempati oleh tujuh orang yang datang dari tujuh universitas yang berbeda di Indonesia. Sehingga hal tersebut di harapkan dapat meningkatkan kesatuan serta rasa kebangsaan oleh setiap mahasiswa yang berasal dari provinsi yang berbeda.” Jelas Pak Arifuddin.

Beliau menambahkan bahwa pelaksanaan KKN Kebangsaan telah berlangsung dari tanggal 22 juli – 22 Agustus 2017. Selain itu, program mereka dari hasil pantauan tim monitoring Untad banyak melibatkan masyarakat setempat seperti Ibu PKK dan masyarakat Adat. Program mereka pun sangat didukung oleh masyarakat dan pemerintah Provinsi Gorontalo sehingga berjalan baik dan sukses. Untuk Untad, ini adalah pengalaman pertama melibatkan mahasiswa dalam program KKN Kebangsaan.

Pada kesempatan yang sama, Rutman Ishak Paudi, S.Pd., M.Si selaku tim DPL Untad menuturkan bahwa para Mahasiswa Untad yang terlibat dalam program ini telah di bina secara intens selama 2 jam dalam tiap pertemuan untuk mendapatkan bimbingan KKN oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Untad.

“ Sebelum mereka berangkat, kami telah melakukan pertemuan sebanyak 6 kali pertemuan untuk bimbingan KKN Kebangsaan. Program KKN kebangsaan kemudian di kombinasikan dengan mereka untuk persiapan menghadapi KKN kebangsaan. Saya tidak terlalu kesulitan membimbing mereka karena mereka bisa belajar dengan cepat. Kami mengajarkan bagaimana mendesain program, beradaptasi di lokasiKKN, sampai pada penyusunan laporan. Mahasiswa kita tersebar di berbagai desa yang berbeda di kabupaten Bone Bolango. Saya pun terus memantau mereka mulai dari awal, pertengahan sampai pada akhir program. Para DPL yang berada di lokasi turut menuturkan bahwa mahasiswa asal Universitas Tadulako telah matang dan siap dalam membuat program KKN Kebangsaan di sana.” Jelas Pak Rutman.

Beliau juga menambahkan bahwa Program yang di pandu oleh ristekdikti ini di harapkan dapat membangun rasa kebangsaan kepada para mahasiswa yang datang dari berbagai universitas di Indonesia. Program KKN kebangsaan adalah program nasional dari kemenristekdikti yang rencana nya tahun depan akan di adakan di wilayah Medan. Harapan kedepan nya, Untad dapat menjadi tuan rumah dalam program KKN Kebangsaan di Sulawesi Tengah.

Muh Syaiful Fadly sebagai salah satu mahasiswa program KKN Kebangsaan asal Untad turut membagikan pengalamannya selama menjalani program tersebut.

“ Saya mendapatkan penempatan di Desa Molamahu Kec. Bone yang jarak nya berkisar  4 jam menggunakan bis kemudian di lanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 10 KM. Selama KKN, saya mengikuti program KKN Kebangsaan bersama teman-teman Mahasiswa dari Aceh, Padang dan Jogja. Program yang kami lakukan selama di lokasi kami sesuaikan dengan profesi masyarakat setempat yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan serta berkebun cengkeh.  Selain itu, kami pun membuat produk dari ikan cakalang dan pemanfaatan limbah batok kelapa menjadi briket arang untuk ibu ibu PKK di sana. Selama menjalani program KKN Kebangsaan di sana, masyarakat sangat ramah dan terbuka kepada kami.” Tutur Syaiful.

Nama Mahasiswa Untad yang mengikuti KKN Kebangsaan antara lain ;

  1. Frilly K.S Kundjag asal Fapetkan Jurusan Peternakan dengan lokasi KKN di Kec. Suwawa Selatan Desa Pancuran.
  2. Fildani asal FMIPA Jurusan Farmasi dengan lokasi KKN di Kec. Kabila Bone, Desa Botutonuo
  3. Anisa asal FAPETKAN Jurusan Peternakan dengan lokasi KKN di Kec. Suwawa Timur, Desa Tulabolo
  4. Moh Kurniawan asal Fakultas Kehutanan Jurusan Kehutanan dengan lokasi KKN di Kec. Suwawa Timur, Desa Pangi
  5. Syaiful Fadly asal Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin dengan lokasi KKN di Kec. Bone, Desa Molamahu

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No Right Klik and Copy!!